Menu

Mode Gelap
Ziarah Makam R.A. Kartini, Pemkab Blora Teguhkan Semangat Emansipasi dan Kolaborasi Daerah Wabup Blora Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi Pemkab Rembang Bangun Traffic Light di Simpang Landoh, Tingkatkan Keselamatan Lalu Lintas Harlah ke-76 Fatayat NU, Pemkab Blora Dorong Ketahanan Pangan Keluarga dan Pertanian Organik Tasyakuran Mata Air Soco, Perhutani KPH Mantingan Tekankan Pentingnya Kelestarian Hutan RSUD dr. R. Soetijono Blora Resmikan Gedung Nusa Indah, Rayakan HUT ke-76 ‎

Berita

RSUD dr. R. Soetijono Blora Perkuat Kolaborasi dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk Penanganan Cepat Pasien Jantung

badge-check


					RSUD dr. R. Soetijono Blora Perkuat Kolaborasi dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk Penanganan Cepat Pasien Jantung Perbesar

Klikjateng, Blora – RSUD dr. R. Soetijono Blora terus memperkuat sinergi dengan Dinas Kesehatan, puskesmas, dan rumah sakit rujukan lain demi meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan penyakit jantung yang membutuhkan kecepatan tinggi.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr. R. Soetijono Blora, dr. Farida Laela, menjelaskan bahwa pihaknya kini memiliki sistem komunikasi cepat melalui grup WhatsApp khusus rujukan kebidanan dan jantung.

“Untuk penanganan jantung, puskesmas sudah melakukan pemeriksaan EKG pada pasien. Hasil EKG itu langsung dikirimkan ke grup WhatsApp yang berisi dokter spesialis jantung. Dengan begitu, dokter bisa segera menganalisis kondisi pasien,” terang dr. Farida, Selasa (7/10/2025).

Ia menekankan bahwa penanganan pasien jantung sangat bergantung pada kecepatan tindakan. “Paling lama delapan jam sejak muncul gejala harus sudah ditangani. Begitu hasil EKG masuk, tim IGD di RSUD langsung bersiap. Saat pasien datang, bisa segera diberikan obat trombolitik,” lanjutnya.

Dengan sistem kolaborasi ini, proses rujukan menjadi lebih efisien dan memperbesar peluang keselamatan pasien. Selain untuk jantung, pola serupa juga diterapkan dalam rujukan kebidanan guna memastikan ibu hamil risiko tinggi mendapatkan penanganan cepat dari dokter spesialis.

“Intinya, komunikasi intensif dengan puskesmas melalui grup rujukan ini membuat pasien tidak kehilangan waktu berharga. Begitu sampai RSUD, sudah ada tindakan medis yang siap diberikan,” pungkas dr. Farida.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita