Menu ✖

Mode Gelap
Gastra Blora Salurkan Santunan untuk 3.000 Anak Yatim, Baznas Kumpulkan Rp1,4 Miliar per Bulan Viral Truk Tangki Agung Tirta Masuk Makam di Cepu, Warganet Heboh Bahas Makam yang Ditabrak 132 UMKM Blora Terima Bantuan Gerobak BRI Peduli, Eva Monalisa Dorong Usaha Kecil Naik Kelas Polsek Kedungtuban dan Bhayangkari Salurkan Bansos untuk Korban Puting Beliung di Nglandeyan PT Djarum Bedah 16 Rumah Warga Rembang, Bupati Harno Berharap Tahun Depan Bertambah Jadi 50 Unit Kasatreskrim Polres Blora AKP Andika Arya Pratama Siapkan Langkah Adaptif, Fokus Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat ‎

Berita

Ratusan Sopir Truk di Blora Gelar Aksi Damai Tolak Aturan ODOL, DPRD Janji Sampaikan Aspirasi ke Pusat

badge-check


					Ratusan Sopir Truk di Blora Gelar Aksi Damai Tolak Aturan ODOL, DPRD Janji Sampaikan Aspirasi ke Pusat Perbesar

Klikjateng, Blora – Sebanyak 200 armada truk dan sekitar 300 sopir yang tergabung dalam Paguyuban Sopir Truk Kabupaten Blora menggelar aksi penyampaian aspirasi secara damai di Lapangan Kridosono, Blora, Senin (23/6/2025). Mereka menyuarakan penolakan terhadap penerapan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, khususnya Pasal 277 dan Pasal 307 yang mengatur sanksi terhadap pelanggaran Over Dimension Over Load (ODOL).

Aksi dipimpin oleh Koordinator Lapangan, Sueb, dan berlangsung tertib di bawah pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Para sopir menilai aturan ODOL terlalu memberatkan dan berdampak langsung pada kelangsungan mata pencaharian mereka.

Dalam kesempatan itu, para perwakilan sopir diterima langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Blora Mustopa, Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, serta Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Blora Pitoyo Trusingtyas Sarodjo. Mereka menyampaikan lima poin tuntutan, di antaranya mendesak penghentian operasi penindakan ODOL di wilayah Blora dan menuntut adanya revisi regulasi dari pemerintah pusat.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto memastikan bahwa aksi unjuk rasa berjalan aman dan kondusif. “Pengamanan unjuk rasa ODOL oleh Polri berjalan aman dan lancar. Tidak ada penilangan terhadap driver truk yang terindikasi melanggar ketentuan ODOL, serta tidak ada penghentian kendaraan truk,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Blora, Mustopa, menyatakan komitmennya untuk menampung dan meneruskan seluruh aspirasi yang disampaikan para sopir kepada pemerintah pusat.

“Kami sudah mendengarkan semua aspirasi dan menyepakati untuk menyampaikannya ke tingkat pusat. Kami berharap suara para sopir ini bisa didengar dan ditindaklanjuti demi kepentingan bersama,” ungkap Mustopa.

Ia menambahkan, DPRD Blora siap memfasilitasi dialog lanjutan antara pemerintah daerah, perwakilan sopir, dan instansi terkait untuk mencari solusi yang adil dan berkeadilan bagi semua pihak.

Aksi solidaritas ini merupakan bagian dari gelombang protes serupa yang terjadi di berbagai daerah di Jawa Tengah, sebagai bentuk keprihatinan sopir truk terhadap dampak ekonomi dan sosial dari penerapan kebijakan ODOL. Meski digelar dalam skala besar, aksi berlangsung tertib tanpa mengganggu lalu lintas kota Blora.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita