Klikjateng, Rembang – Sebanyak 34 siswa SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan, Kabupaten Blora. Kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran langsung di lapangan, khususnya dalam pengelolaan hutan jati.
Wakil Kepala KPH Mantingan, Arief Yudiarko, menyampaikan bahwa program PKL ini merupakan bagian dari dukungan Perhutani terhadap pendidikan kehutanan di Indonesia. Ia menjelaskan, SMK Kehutanan Negeri di Indonesia jumlahnya terbatas, hanya lima sekolah yang tersebar di beberapa wilayah seperti Jawa Barat (Majalengka), Pekanbaru, Samarinda, Sulawesi, dan Papua.
“Untuk PKL kali ini berasal dari SMK Kehutanan Pekanbaru, berjumlah 34 siswa yang terbagi dalam empat regu. Mereka ditempatkan di RPH Tlogo, RPH Sendangharjo, RPH Trembes, dan RPH Mantingan,” jelasnya. Selasa (21/4/2026).
Dari jumlah tersebut, sembilan siswa merupakan perempuan. Para siswa dijadwalkan menjalani PKL selama satu bulan, dan saat ini telah memasuki hari kelima pelaksanaan.
“Mereka belajar mulai dari perencanaan, inventarisasi, hingga keamanan hutan. Ini penting agar siswa memahami kondisi nyata di lapangan,” tambah Arief.
Sementara itu, sejumlah siswa mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti PKL di KPH Mantingan di RPH Trembes, KRPH Dody, BKPH Demaan Asper Heriyuli. Salah satu peserta, Bening Cesar Pradeska bersama rekan-rekannya seperti Suwita Harsani, Fiorenza Chandra Barnesa, Dewi Sartika, Lenni Suryani Siregar, Putri Kamala Dewi, Gwen Rosseciana Bintang hingga Winny Agustyasari Hasibuan, menyebut kegiatan lapangan memberikan banyak pembelajaran baru.
“Kami melakukan inventarisasi hutan, menghitung kebutuhan bibit, serta memelihara tanaman. Selain itu, kami juga belajar bersosialisasi dengan masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengalaman paling berkesan adalah saat terjun langsung ke hutan dan bertemu dengan para pembimbing yang memberikan ilmu secara langsung di lapangan.
Meski demikian, para siswa juga menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam kegiatan teknis seperti pengukuran pohon dan pemetaan yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Dari hasil pengamatan mereka, kondisi hutan di wilayah KPH Mantingan dinilai masih sangat baik, lebat, dan asri. Hal ini berbeda dengan karakteristik hutan di Pekanbaru yang cenderung memiliki vegetasi berbeda dan kondisi tanah yang lebih kering di beberapa lokasi.
Selain aspek teknis, siswa juga mendapatkan pemahaman penting terkait perlindungan hutan, seperti pencegahan kebakaran dan upaya mengantisipasi perambahan maupun illegal logging melalui patroli rutin.
Para siswa mengaku mampu beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungan baru di Mantingan, serta merasakan dukungan penuh dari petugas Perhutani dan masyarakat sekitar.
“PKL ini sangat penting untuk bekal kami ke depan, karena kami jadi tahu langsung bagaimana dunia kerja di lapangan,” tambahnya.
Ke depan, para siswa berharap dapat melanjutkan karier di bidang kehutanan sebagai rimbawan yang profesional dan berdedikasi. Mereka juga berpesan kepada adik kelas agar memanfaatkan kesempatan PKL dengan baik serta menjaga sikap selama berada di lapangan.






