Klikjateng, Blora — Kinerja keuangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soeprapto Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menunjukkan capaian positif sepanjang tahun 2025. Realisasi pendapatan rumah sakit tersebut tercatat mencapai Rp72,7 miliar atau 108,5 persen dari target yang telah ditetapkan.
Direktur RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, drg. Wilys Yuniarti, mengungkapkan bahwa capaian tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang hanya sebesar Rp59,9 miliar.
“Realisasi penerimaan BLUD RSUD Cepu tahun 2025 ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Berdasarkan perbandingan data Triwulan IV tahun 2024 dan 2025, target pendapatan BLUD juga mengalami kenaikan sekitar 8,9 persen. Bahkan, realisasi pendapatan hingga akhir tahun 2025 meningkat lebih tinggi, yakni sekitar 21,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontributor terbesar pendapatan RSUD Cepu berasal dari retribusi pelayanan kesehatan dengan capaian sekitar Rp72,09 miliar atau 108,4 persen dari target. Selain itu, pendapatan dari layanan BPJS Kesehatan juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 28 persen.
Tak hanya itu, pendapatan dari jasa giro mencatat lonjakan paling tinggi, yakni mencapai 324,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika dilihat dari rata-rata pendapatan bulanan, RSUD Cepu juga mencatat tren peningkatan. Pada tahun 2024, rata-rata pendapatan per bulan berada di kisaran Rp4,7 miliar, sedangkan pada tahun 2025 meningkat menjadi sekitar Rp5,7 miliar. Puncak pendapatan tertinggi terjadi pada September dan Desember 2025.
Sementara itu, dari sisi belanja, realisasi anggaran RSUD Cepu hingga Triwulan IV Tahun Anggaran 2025 mencapai sekitar 95,7 persen dari total pagu yang ditetapkan.
Rinciannya, realisasi belanja dari sumber dana BLUD mencapai 95,8 persen, Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 96,3 persen, Bantuan Provinsi (Banprov) 95,9 persen, dan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 89,0 persen.
“Secara keseluruhan, tingkat realisasi belanja RSUD dr. R. Soeprapto Cepu mencapai 95,7 persen dari total pagu anggaran,” jelasnya.
Paparan kinerja keuangan tersebut disampaikan manajemen RSUD kepada Dewan Pengawas sebagai bagian dari evaluasi pengelolaan anggaran sekaligus upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.






