Menu ✖

Mode Gelap
Gastra Blora Salurkan Santunan untuk 3.000 Anak Yatim, Baznas Kumpulkan Rp1,4 Miliar per Bulan Viral Truk Tangki Agung Tirta Masuk Makam di Cepu, Warganet Heboh Bahas Makam yang Ditabrak 132 UMKM Blora Terima Bantuan Gerobak BRI Peduli, Eva Monalisa Dorong Usaha Kecil Naik Kelas Polsek Kedungtuban dan Bhayangkari Salurkan Bansos untuk Korban Puting Beliung di Nglandeyan PT Djarum Bedah 16 Rumah Warga Rembang, Bupati Harno Berharap Tahun Depan Bertambah Jadi 50 Unit Kasatreskrim Polres Blora AKP Andika Arya Pratama Siapkan Langkah Adaptif, Fokus Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat ‎

Berita

Pemkab Grobogan Percepat Pengentasan Rumah Tidak Layak Huni dengan Gandeng CSR

badge-check


					Pemkab Grobogan Percepat Pengentasan Rumah Tidak Layak Huni dengan Gandeng CSR Perbesar

Klikjateng, Grobogan – Pemerintah Kabupaten Grobogan terus berupaya mempercepat pengentasan ribuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayahnya dengan menggandeng Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk menangani masalah kemiskinan ekstrem yang masih menjadi tantangan di daerah tersebut.

Berdasarkan data terbaru, terdapat 1.033 unit RTLH yang perlu diperbaiki di Kabupaten Grobogan. Untuk mengatasi hal ini, sejumlah perusahaan telah mulai berkontribusi melalui program CSR guna mendukung pengentasan RTLH.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperakim) Grobogan, Endang Sulistyoningsih, melalui Kepala Bidang Perumahan Rakyat, Upik Farida Surya Dona, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada empat perusahaan yang berpartisipasi dalam program tersebut. Keempat perusahaan tersebut adalah Bank Jateng, PT Formosa, PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), dan PT Jateng Agro Berdikari (JTAB).

Bank Jateng menjadi salah satu yang paling aktif berkontribusi, dengan komitmen untuk membantu perbaikan 25 unit RTLH. Masing-masing unit mendapatkan bantuan senilai Rp 25 juta, yang tersebar di beberapa desa, termasuk Desa Prigi di Kecamatan Kedungjati, Desa Pengkol dan Kluwan di Kecamatan Penawangan, serta Desa Mlowokarangtalun dan Jetaksari di Kecamatan Pulokulon. Salah satu penerima bantuan adalah keluarga yang memiliki anggota dengan gangguan jiwa dan telah lama tinggal di rumah yang tidak layak.

Selain Bank Jateng, PT Formosa juga berkontribusi dengan menyumbangkan satu unit rumah senilai Rp 22,5 juta untuk warga Desa Padang di Kecamatan Tanggungharjo, dengan prioritas kepada desa-desa yang masuk kategori kemiskinan ekstrem.

PT KIW tak ketinggalan, telah menyalurkan bantuan untuk dua unit RTLH di Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan.

Menurut Endang Sulistyoningsih, kolaborasi dengan pihak swasta melalui CSR sangat membantu dalam percepatan pengentasan RTLH di Grobogan. “Alhamdulillah, CSR mulai aktif turun. Harapannya, ke depan semakin banyak CSR yang tergerak untuk membantu penuntasan RTLH ini,” ujarnya.

Pemkab Grobogan berharap kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan melalui program CSR akan terus berlanjut hingga seluruh RTLH di wilayah tersebut bisa ditangani. Langkah ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam kondisi perumahan masyarakat, khususnya bagi warga yang paling membutuhkan bantuan.

Dengan adanya bantuan dari CSR, diharapkan permasalahan perumahan tidak layak huni di Kabupaten Grobogan dapat segera terselesaikan dan kualitas hidup masyarakat pun meningkat.

(Gg,/D)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita