Menu ✖

Mode Gelap
Gastra Blora Salurkan Santunan untuk 3.000 Anak Yatim, Baznas Kumpulkan Rp1,4 Miliar per Bulan Viral Truk Tangki Agung Tirta Masuk Makam di Cepu, Warganet Heboh Bahas Makam yang Ditabrak 132 UMKM Blora Terima Bantuan Gerobak BRI Peduli, Eva Monalisa Dorong Usaha Kecil Naik Kelas Polsek Kedungtuban dan Bhayangkari Salurkan Bansos untuk Korban Puting Beliung di Nglandeyan PT Djarum Bedah 16 Rumah Warga Rembang, Bupati Harno Berharap Tahun Depan Bertambah Jadi 50 Unit Kasatreskrim Polres Blora AKP Andika Arya Pratama Siapkan Langkah Adaptif, Fokus Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat ‎

Berita

Kunjungan ke Museum RA Kartini Rembang Naik 157 Persen, PAD Capai Rp24 Juta

badge-check


					Kunjungan ke Museum RA Kartini Rembang Naik 157 Persen, PAD Capai Rp24 Juta Perbesar

Klikjateng, Rembang – Museum RA Kartini mencatat lonjakan signifikan jumlah pengunjung sepanjang April 2025. Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, total kunjungan mencapai 6.121 orang, meningkat drastis 157 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 2.373 kunjungan.

Kenaikan jumlah pengunjung ini turut mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata, khususnya dari retribusi museum. Sub Koordinator Sejarah, Museum, dan Cagar Budaya Dinbudpar Rembang, Retna Diah Radityawati menyebutkan, perolehan PAD dari museum pada April ini mencapai Rp24 juta, jauh meningkat dibandingkan April 2024 yang hanya Rp9,2 juta.

“Mayoritas pengunjung berasal dari rombongan pelajar. Tiket masuk untuk pelajar kami tarifkan Rp4.000, sedangkan untuk umum Rp5.000. Beberapa kunjungan dari luar kota seperti Pati dan Blora juga cukup tinggi. Pada akhir pekan tertentu, pendapatan tiket bahkan bisa tembus Rp3 juta per hari,” ungkap Retna, Selasa (30/4/2025).

Menurutnya, lonjakan kunjungan tak lepas dari berbagai upaya pembenahan dan inovasi yang dilakukan pihak museum dalam dua tahun terakhir. Salah satunya adalah penambahan film animasi edukatif yang ditayangkan di ruang pamer, sehingga mampu menarik perhatian pengunjung, terutama pelajar.

Promosi yang berkelanjutan serta peningkatan layanan juga menjadi kunci kesuksesan tersebut. Retna berharap ke depan Museum RA Kartini dapat dilengkapi dengan wahana interaktif, seperti yang sudah diterapkan di beberapa museum besar lainnya.

“Wahana interaktif ini penting untuk meningkatkan pengalaman wisata edukatif, sekaligus memperkuat daya tarik museum sebagai destinasi budaya,” imbuhnya.

Museum RA Kartini sendiri merupakan ikon sejarah dan budaya Kabupaten Rembang. Museum ini menyimpan berbagai peninggalan dan kisah perjuangan Raden Ajeng Kartini, tokoh emansipasi perempuan yang lahir di Rembang.

Dinbudpar Rembang berkomitmen untuk terus melakukan inovasi agar museum ini tetap relevan dan diminati berbagai kalangan, khususnya generasi muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita