Menu

Mode Gelap
Ketua TP PKK Bojonegoro Tinjau Program Gayatri dan Penanganan Stunting di Wonocolo Pemkab Pati Kawal Penanganan Rob Tunggulsari, Perbaikan Tanggul Jadi Prioritas Bupati Harno Siap Mediasi Keluhan Pekerja PT PWI Rembang, Soroti Aturan SIM-STNK dan Keterbatasan Parkir Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Jepon Santuni Anak Yatim dan Gelar Bhakti Religi di Masjid Al Gomamah ‎Ditinjau Bupati Arief Rohman, Masjid di Blora Ini Dibanjiri Donasi dari Pakistan hingga Jepang ‎ 191 ASN Blora Resmi Diambil Sumpah, Bupati Arief Rohman Tekankan Profesionalisme dan Integritas

Berita

Ketua TP PKK Bojonegoro Tinjau Program Gayatri dan Penanganan Stunting di Wonocolo

badge-check


					Ketua TP PKK Bojonegoro Tinjau Program Gayatri dan Penanganan Stunting di Wonocolo Perbesar

Klikjateng Bojonegoro – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, bersama jajaran pengurus kembali turun ke lapangan dalam agenda Kunjungan Kerja Terpadu dan Pembinaan Administrasi di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Rabu (24/6/2026).

‎Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pembinaan administrasi, tetapi juga menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Cantika bersama rombongan meninjau sejumlah fasilitas publik dan program pemberdayaan masyarakat yang tengah berjalan di desa setempat.

‎Dalam kunjungannya, rombongan menyempatkan diri berinteraksi dengan anak-anak di PAUD, memantau pelayanan kesehatan di Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), meninjau perkembangan Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri), hingga mendampingi penanganan warga dengan gangguan jiwa (ODGJ).

‎Dalam sambutannya, Cantika Wahono menegaskan bahwa kunjungan kerja kali ini difokuskan pada tiga program prioritas yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, yakni pengembangan program Gayatri, percepatan penanganan stunting, dan pembentukan kawasan bebas asap rokok.

‎“Kunjungan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu pengembangan program Gayatri, mitigasi stunting secara komprehensif, serta pembentukan kawasan pemukiman yang terbebas dari asap rokok,” ujarnya.

‎Terkait program Gayatri, Cantika mengapresiasi warga Desa Wonocolo yang telah merasakan manfaat program tersebut. Menurutnya, program ini mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan dan pendapatan keluarga.

‎Ia mengajak setiap keluarga untuk membudidayakan lima hingga sepuluh ekor ayam petelur sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan rumah tangga sekaligus memenuhi kebutuhan gizi keluarga secara mandiri.

‎“Kami mendorong tiap keluarga membudidayakan antara lima hingga sepuluh ekor ayam petelur. Hasil produksinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumsi harian sekaligus menjadi fondasi ketahanan pangan dan gizi keluarga,” jelasnya.

‎Selain itu, Cantika memberikan perhatian khusus terhadap upaya percepatan penurunan angka stunting di Desa Wonocolo. Berdasarkan data yang diterimanya, saat ini masih terdapat satu anak asuh stunting yang membutuhkan pendampingan intensif.

‎Ia meminta seluruh kader PKK dan tenaga kesehatan terus memperkuat sinergi agar kasus tersebut dapat ditangani secara optimal serta mencegah munculnya kasus baru.

‎“Satu kasus yang ada wajib kita tuntaskan bersama melalui penanganan yang tepat. Pertahanan terbaik adalah memastikan tidak ada lagi kasus baru yang muncul,” tegasnya.

‎Menurut Cantika, pencegahan stunting harus dimulai dari lingkungan keluarga dengan memastikan kelompok rentan seperti remaja putri, ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang memiliki balita rutin menjalani skrining kesehatan.

‎Pada kesempatan itu, TP PKK Bojonegoro juga mengampanyekan pentingnya menciptakan lingkungan tempat tinggal yang bersih dan sehat melalui gerakan kawasan bebas rokok.

‎Cantika menilai paparan asap rokok masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan keluarga, terutama bagi ibu hamil, lansia, dan anak-anak.

‎“Risiko kesehatan akibat paparan asap rokok sangat tinggi bagi kelompok rentan. Karena itu, para kader harus menjadi garda terdepan untuk memastikan lingkungan rumah menjadi tempat yang aman, bersih, dan sehat bagi seluruh anggota keluarga,” tandasnya.

‎Melalui kunjungan tersebut, TP PKK Bojonegoro berharap berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan dapat semakin optimal dalam meningkatkan kualitas kesehatan, ketahanan pangan, dan kesejahteraan keluarga di wilayah pedesaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita