Menu ✖

Mode Gelap
Kenang Masa Sekolah, Dandim Blora Hadiri Pelantikan Pramuka Garuda di SMPN 2 Blora Barongan Blora Bersiap Mendunia, Pemkab Ponorogo Berikan Dukungan Rumah Kosong di Tempellemahbang Blora Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp200 Juta ‎ Kapolda Jateng Pimpin Sertijab 13 Jabatan Strategis, Sejumlah Kapolres Berganti Seniman Reog Ponorogo Dukung Barongan Blora Diusulkan ke UNESCO, Target Pengakuan 2027 ‎Bupati Blora Resmikan Gedung Baru RSU Permata, Tambah 24 Tempat Tidur dan 10 ICU ‎

Berita

Kenang Masa Sekolah, Dandim Blora Hadiri Pelantikan Pramuka Garuda di SMPN 2 Blora

badge-check


					Kenang Masa Sekolah, Dandim Blora Hadiri Pelantikan Pramuka Garuda di SMPN 2 Blora Perbesar

Klikjateng, BLORA – Sebanyak 40 siswa SMP Negeri 2 Blora dilantik menjadi Pramuka Penggalang Garuda, Sabtu (17/10/2026). Capaian tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para siswa untuk melanjutkan pendidikan, membuka peluang beasiswa, sekaligus membentuk karakter generasi muda yang disiplin dan bertanggung jawab.

‎

‎Pelantikan dan pengukuhan dilakukan oleh Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Blora, Hj. Sri Setyorini, yang juga menjabat Wakil Bupati Blora dan akrab disapa Budhe Rini.

‎

‎Kegiatan diawali dengan upacara pengibaran bendera oleh para calon Pramuka Penggalang Garuda. Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Blora, Heru Eko Wiyono, bertindak sebagai inspektur upacara.

‎

‎Dalam sambutannya, Budhe Rini menyampaikan bahwa predikat Pramuka Garuda merupakan bentuk pengakuan atas prestasi, kemampuan, dan kompetensi anggota Pramuka. Sertifikat yang diperoleh juga berpotensi menjadi nilai tambah dalam seleksi pendidikan maupun program beasiswa sesuai ketentuan masing-masing lembaga.

‎

‎“Ke depan, sertifikat Pramuka Garuda bisa digunakan untuk mendaftar melalui jalur prestasi, pendaftaran TNI/Polri dan perguruan tinggi, serta peluang beasiswa. Ini juga menjadi bukti kompetensi karakter,” ujarnya.

‎

‎Ia berpesan agar para siswa tidak berpuas diri setelah meraih predikat tertinggi dalam golongan Penggalang tersebut. Sebaliknya, prestasi itu harus menjadi motivasi untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan meningkatkan kualitas diri.

‎

‎Menurutnya, seorang Pramuka Garuda harus mampu menerapkan sikap disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

‎

‎Budhe Rini juga mengingatkan para anggota untuk senantiasa mengamalkan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak.

‎

‎Dandim Blora Bagikan Pengalaman

‎

‎Pelantikan tersebut turut dihadiri Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, Kehadirannya menjadi motivasi tersendiri bagi para siswa karena ia merupakan alumni Pramuka Garuda SMP Negeri 2 Blora sekaligus anggota Ikatan Penggalang Garuda (IGADA) angkatan VIII.

‎

‎Yudhi mengaku teringat kembali pada pengalaman saat dirinya dilantik sebagai Pramuka Penggalang Garuda ketika masih menempuh pendidikan di SMP Negeri 2 Blora.

‎

‎Kehadirannya dalam kegiatan tersebut bertujuan memberikan motivasi kepada para anggota yang baru dilantik agar terus mengembangkan diri melalui kegiatan kepramukaan.

‎

‎Ia menegaskan, Pramuka bukan sekadar kegiatan di sekolah, melainkan wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kepemimpinan yang memiliki manfaat bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

‎

‎Budhe Rini berharap perjalanan dan pengalaman Dandim Yudhi dapat menginspirasi para Pramuka Garuda untuk berani bermimpi, bekerja keras meraih cita-cita, serta mempersiapkan diri menjadi generasi muda yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

‎

‎Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Blora, Kepala SMP Negeri 2 Blora, serta para pembina dan pelatih Pramuka.

‎

‎Dalam kesempatan itu, disampaikan pula bahwa pelantikan Pramuka Garuda pertama kali diselenggarakan pada 1990. Selanjutnya, Ikatan Penggalang Garuda (IGADA) dibentuk pada 29 Agustus 1993 dengan prinsip sapu lidi sebagai simbol persatuan, kesatuan, dan kekuatan yang terbangun melalui kerja sama.

‎

‎Melalui pelantikan ini, para siswa diharapkan tidak hanya bangga atas predikat yang diraih, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas diri melalui perilaku positif, prestasi, dan pengabdian di tengah masyarakat.

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita