Klikjateng, BLORA – Sebuah rumah kosong di RT 06 RW 04, Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terbakar pada Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 12.10 WIB. Kebakaran tersebut mengakibatkan kerusakan berat pada bangunan dengan estimasi kerugian materiil mencapai Rp200 juta.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blora, Didik Supriyadi, mengatakan laporan kebakaran diterima dari warga sekitar pukul 12.10 WIB. Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar 10 menit setelah laporan diterima.
“Dari Damkar kami mengerahkan 13 personel dengan tiga unit kendaraan, terdiri dari dua truk pemadam kebakaran dan satu unit mobil suplai air,” jelas Didik, Jumat (16/10/2026).
Selain petugas Damkar, penanganan kebakaran juga mendapat bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora. Sebanyak tiga personel BPBD diterjunkan dengan satu unit kendaraan suplai air untuk membantu proses pemadaman.
Proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung kurang lebih selama 1,5 jam.
Didik menjelaskan, berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik. Saat kejadian, rumah tersebut dalam kondisi kosong.
Api juga sempat merembet sedikit ke bangunan di sebelahnya. Namun, bangunan tersebut hanya mengalami kerusakan minor.
“Tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian materiil diperkirakan sekitar Rp200 juta,” ungkapnya.
Rumah tersebut diketahui milik Sri Warni, warga Desa Cabak, Kecamatan Jiken. Adapun lokasi bangunan yang terbakar berada di RT 06 RW 04, Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon.
Didik mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik. Warga diminta rutin memeriksa kondisi kabel dan instalasi listrik, terlebih ketika meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) untuk mengantisipasi kebakaran pada tahap awal. Namun, apabila api sudah membesar dan sulit dikendalikan, masyarakat diminta tidak mengambil risiko dan segera menjauh dari lokasi.
“Apabila melihat adanya kebakaran, segera laporkan kepada petugas Damkar Blora melalui nomor 0813-2901-5100. Layanan tersebut tersedia selama 24 jam,” pungkasnya.
Masyarakat diharapkan segera melaporkan kejadian kebakaran agar petugas dapat melakukan penanganan secepat mungkin dan mencegah api meluas ke bangunan lain.






