Menu

Mode Gelap
Kecamatan Blora Sosialisasikan TTE dan Aplikasi Srikandi untuk Perangkat Desa ‎ Tabrakan Beruntun di Jalan Blora–Cepu Libatkan Empat Kendaraan Agus Palon Penuhi Pemeriksaan sebagai Tersangka, Serahkan Motor ke Penyidik Aktivis Antikorupsi Agus Palon Jadi Tersangka Dugaan Perusakan Jalan, Kuasa Hukum Nilai Penetapan Terlalu Cepat Kebakaran Hebat Hanguskan Rumah dan Bedak Pasar Darurat Ngawen, Kerugian Capai Rp2,2 Miliar Polres Blora Bagikan 500 Takjil dan Gelar Buka Bersama Libatkan Gen Z di Jiken

Berita

Kecamatan Blora Sosialisasikan TTE dan Aplikasi Srikandi untuk Perangkat Desa ‎

badge-check


					Kecamatan Blora Sosialisasikan TTE dan Aplikasi Srikandi untuk Perangkat Desa ‎ Perbesar

Klikjateng, Blora — Pemerintah Kecamatan Blora menggelar sosialisasi Tanda Tangan Elektronik (TTE) dan aplikasi Srikandi di Pendopo Kecamatan Blora, Selasa (10/3/2026) pagi. Kegiatan tersebut diikuti oleh para kepala desa, sekretaris desa, serta operator desa se-Kecamatan Blora.

‎Camat Blora, Hadi Praseno, mengatakan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada perangkat desa mengenai penggunaan TTE dan aplikasi Srikandi dalam pengelolaan administrasi pemerintahan secara digital.

‎“Intinya memudahkan terkait dengan kearsipan, baik itu disposisi maupun tanda tangan elektronik,” kata Hadi Praseno saat ditemui di sela kegiatan.

‎Ia menjelaskan, pihaknya sengaja mengundang tiga unsur dari setiap desa, yakni kepala desa, sekretaris desa, dan operator desa. Hal itu dilakukan agar pemahaman mengenai sistem digital tersebut dapat diterapkan secara maksimal di lingkungan pemerintahan desa.

‎“Kenapa harus tiga ini? Karena kalau hanya kepala desa saja nanti pekerjaannya banyak. Sehingga bisa didelegasikan kepada sekretaris desa, dan yang paling penting operatornya. Jadi kita undang semua supaya sama-sama paham terkait sosialisasi TTE ini,” jelasnya.

‎Dalam kegiatan tersebut, materi sosialisasi disampaikan oleh Bidang Kearsipan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora, salah satunya oleh Kepala Bidang terkait, Gartini.

‎Hadi menambahkan, penerapan digitalisasi administrasi pemerintahan saat ini memang menjadi salah satu fokus pemerintah. Dengan adanya sistem berbasis aplikasi, pekerjaan administrasi diharapkan menjadi lebih efektif dan efisien.

‎“Sekarang pemerintah gencar sekali terkait aplikasi dan data. Di satu sisi ini memudahkan kita dalam bekerja, lebih efektif dan efisien. Tapi di sisi lain transformasi digital ini juga butuh proses dan waktu,” ungkapnya.

‎Menurutnya, tantangan dalam penerapan sistem digital tidak hanya soal teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia serta kondisi jaringan internet.

‎“Teknologi ini tidak lepas dari sinyal dan kemampuan SDM. Karena itu kita harus terus mendorong aparatur pemerintah untuk belajar dan tidak berhenti meningkatkan literasi digital,” tambahnya.

‎Ia berharap para kepala desa, sekretaris desa, serta operator yang mengikuti sosialisasi tersebut dapat segera memahami dan menerapkan aplikasi Srikandi serta penggunaan TTE di desa maupun kelurahan masing-masing.

‎“Harapan kami teman-teman kades, sekdes, dan operator bisa mudah menyerap materi ini sehingga aplikasi tersebut bisa segera diterapkan di desa atau kelurahan masing-masing,” katanya.

‎Hadi juga menilai keberadaan teknologi digital sangat membantu pekerjaan administrasi pemerintahan, karena dapat diakses melalui berbagai perangkat.

‎“Sekarang bisa lewat HP, bisa lewat laptop, jadi tidak harus manual. Walaupun tanda tangan manual masih diperlukan kalau ada kendala sinyal,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita