Menu

Mode Gelap
Semarak HUT ke-81 RI, Polres Blora Gelar Turnamen Free Fire Antar Pelajar ‎ Kapolsek Ngawen Pilih Pulang Saat Media Datang Konfirmasi Pengeroyokan Dua Polisi di Rowobungkul: “Aku Balik Mas, Aku Ngantuk” ‎ 29 Layangan Hias 3D Hiasi Langit Blora, Kecamatan Jati Raih Juara I Bupati Blora Cup 2026 Karnaval Pembangunan Meriahkan HUT ke-81 RI di Rembang, Ribuan Warga Padati Jalan Nasib PDAM Rembang: Ingin Dipimpin Sekelas CEO PT, yang Datang Malah Kelas CV Bupati Kudus Dukung Kretek Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Berita

Kapolsek Ngawen Pilih Pulang Saat Media Datang Konfirmasi Pengeroyokan Dua Polisi di Rowobungkul: “Aku Balik Mas, Aku Ngantuk” ‎

badge-check


					Kapolsek Ngawen Pilih Pulang Saat Media Datang Konfirmasi Pengeroyokan Dua Polisi di Rowobungkul: “Aku Balik Mas, Aku Ngantuk” ‎ Perbesar

Klikjateng, Blora — Dua anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menjadi korban pengeroyokan saat mengamankan karnaval dalam rangka perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Desa Rowobungkul, Kecamatan Ngawen.

‎Sebelum mendapatkan keterangan dari Satreskrim Polres Blora, awak media sebelumnya telah menghubungi Kapolsek Ngawen AKP Lilik Eko Sukaryono untuk meminta konfirmasi terkait kejadian tersebut.

‎Kapolsek sempat menyatakan bersedia ditemui untuk memberikan keterangan. Setelah waktu pertemuan dikonfirmasi, awak media kemudian mendatangi Kantor Polsek Ngawen.

‎Namun, saat awak media tiba di lokasi, AKP Lilik Eko Sukaryono menyampaikan melalui pesan WhatsApp bahwa dirinya tidak berada di kantor.

‎Dalam pesan tersebut, ia menulis, “aku balik mas aku ngantuk.”

‎Konfirmasi terkait kejadian pengeroyokan terhadap dua anggota Polsek Ngawen akhirnya diperoleh dari Kasat Reskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin.

‎Arifin membenarkan adanya kejadian tersebut. Dua anggota yang menjadi korban masing-masing berinisial Aipda MS dan Aiptu SP.

‎“Anggota tersebut berinisial Aipda MS dan Aiptu SP,” kata Arifin di Blora, Minggu (23/8/2026).

‎Menurutnya, polisi telah mengamankan 12 orang untuk menjalani pemeriksaan terkait kericuhan yang terjadi di perempatan Dukuh Randualas, Desa Rowobungkul, pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

‎“Saat itu pengamanan karnaval tingkat desa,” ujarnya.

‎Arifin menjelaskan, kericuhan bermula dari aksi saling ejek yang kemudian memicu perselisihan antara warga Dukuh Tembang dan Dukuh Randualas. Perselisihan tersebut selanjutnya berkembang menjadi perkelahian.

‎Petugas yang berada di lokasi berupaya melerai perkelahian. Namun, saat menjalankan tugas, dua anggota polisi justru menjadi sasaran.

‎“Anggota melerai, malah didorong sampai jatuh, sempat dipukul dan terluka,” katanya.

‎Sebanyak 12 orang yang diamankan hingga Minggu (23/8/2026) masih menjalani pemeriksaan di Unit 1 Satreskrim Polres Blora. Polisi masih mendalami kronologi kejadian sekaligus mengidentifikasi peran masing-masing orang yang diamankan.

‎“Yang diperiksa 12 orang. Sampai sekarang masih tahap pemeriksaan. Untuk peran masing-masing masih menunggu hasil pemeriksaan di Unit 1,” ujar Arifin.

‎Pengamanan karnaval tersebut melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Linmas.

‎Akibat kejadian tersebut, Aipda MS mengalami luka memar pada bagian wajah dan menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara Aiptu SP mengalami luka pada bagian wajah serta sejumlah luka memar.

‎“Keduanya sempat dilarikan ke Puskesmas dan rumah sakit,” kata Arifin.

‎Hingga Minggu (23/8/2026), polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap 12 orang yang diamankan untuk mengungkap secara jelas kronologi serta peran masing-masing dalam insiden pengeroyokan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita