Menu

Mode Gelap
Semarak HUT ke-81 RI, Polres Blora Gelar Turnamen Free Fire Antar Pelajar ‎ Kapolsek Ngawen Pilih Pulang Saat Media Datang Konfirmasi Pengeroyokan Dua Polisi di Rowobungkul: “Aku Balik Mas, Aku Ngantuk” ‎ 29 Layangan Hias 3D Hiasi Langit Blora, Kecamatan Jati Raih Juara I Bupati Blora Cup 2026 Karnaval Pembangunan Meriahkan HUT ke-81 RI di Rembang, Ribuan Warga Padati Jalan Nasib PDAM Rembang: Ingin Dipimpin Sekelas CEO PT, yang Datang Malah Kelas CV Bupati Kudus Dukung Kretek Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Berita

Bupati Kudus Dukung Kretek Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

badge-check


					Bupati Kudus Dukung Kretek Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia Perbesar

Klikjateng, Kudus – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyatakan dukungan penuh terhadap upaya penetapan Kretek sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK) dan Historia.ID di Pringgitan Pendapa Kabupaten Kudus, Jumat (21/8/2026).

‎Audiensi tersebut membahas langkah strategis dalam mendorong Kretek agar ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Upaya itu dinilai penting untuk semakin memperkuat citra Kabupaten Kudus sebagai Kota Kretek sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat.

‎Bupati Sam’ani mengatakan, Kretek memiliki sejarah panjang dan telah menjadi bagian penting dari perkembangan ekonomi Kabupaten Kudus, bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka.

‎“Kretek ini sudah menjadi penggerak ekonomi Kudus bahkan sejak sebelum masa kemerdekaan. Ini bukan sekadar warisan, tapi juga tulang punggung ekonomi masyarakat Kudus yang harus terus kita jaga dan lestarikan,” ujar Sam’ani.

‎Menurutnya, pengakuan Kretek sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dapat menjadi langkah penting dalam menjaga nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya.

‎Untuk menindaklanjuti hasil audiensi, Sam’ani telah menginstruksikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus untuk segera menyusun langkah lanjutan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan seminar.

‎Kegiatan tersebut nantinya melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kajian sekaligus merumuskan langkah yang lebih matang dalam proses pengusulan Kretek sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

‎“Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan segera menindaklanjuti hasil audiensi ini dengan melaksanakan FGD dan seminar, supaya langkah-langkah ke depan bisa lebih matang,” tambahnya.

‎Usai audiensi, Bupati Sam’ani bersama jajaran dan para tamu juga meninjau progres perbaikan Taman Belakang Pendapa Kabupaten Kudus.

‎Dalam peninjauan tersebut, Sam’ani memastikan proses pengerjaan berjalan sesuai prosedur dan memperhatikan kualitas hasil pekerjaan. Hal itu dilakukan agar taman nantinya dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun pengunjung.

‎“Kami pastikan pengerjaan perbaikan Taman Belakang Pendapa ini sesuai prosedur, supaya hasilnya berkualitas dan pengunjung nyaman saat datang ke sini,” pungkas Sam’ani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita