Menu

Mode Gelap
Ganti Rugi Tanah Bendungan Karangnongko Blora Rp300 Ribu/Meter, Warga Terima hingga Rp1,2 Miliar Kemarau Panjang, Eva Monalisa Salurkan 200 Tangki Air Bersih ke 14 Kecamatan di Blora Bupati Kudus Sam’ani Beri Pesan Tegas ke 659 PPPK: Layani Masyarakat, Jangan Langgar Aturan Viral Rumah Mbah Samijah di Sambong Blora, Bupati Arief Turun Langsung dan Beri Bantuan 300 ASN Blora Ikuti Profiling di BKN Yogyakarta, Kerjakan 500 Soal dalam 150 Menit‎ Razia Gabungan di Rembang, 1.060 Batang Rokok Ilegal Diamankan dari Lasem-Pamotan

Berita

Gubernur Ahmad Luthfi Targetkan Bandara Dewadaru Jepara dan Ngloram Blora Jadi Bandara Perintis

badge-check


					Gubernur Ahmad Luthfi Targetkan Bandara Dewadaru Jepara dan Ngloram Blora Jadi Bandara Perintis Perbesar

Klikjateng, Jepara — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berencana mengaktifkan Bandar Udara Dewadaru Jepara dan Bandar Udara Ngloram Blora menjadi bandara perintis, setelah sukses mengembalikan status internasional Bandara Ahmad Yani Semarang.

Menurut Luthfi, Bandara Ahmad Yani kini kembali menjadi pintu gerbang utama investasi dan pariwisata di Jawa Tengah. Untuk memperkuat akses tersebut, pihaknya menyiapkan strategi membuka bandara-bandara perintis di wilayah lain.

“(Status internasional) ini secara langsung akan menyiapkan Jateng sebagai pintu gerbang investasi,” kata Luthfi saat meninjau Bandara Dewadaru Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Minggu (27/4/2025).

Ia menambahkan, langkah pengaktifan bandara perintis di Dewandaru dan Blora diambil untuk mendukung peningkatan pariwisata dan investasi di Jawa Tengah. Terlebih, dalam waktu dekat, Karimunjawa akan menjadi tuan rumah acara internasional Karimunjawa Skydiving and Adventure (KISA) pada 7–11 Mei 2025, yang diikuti peserta dari 59 negara.

Agenda internasional ini dinilai sebagai momen penting untuk memperkenalkan potensi pariwisata Jawa Tengah di kancah dunia. Selain menyasar wisatawan mancanegara, Luthfi juga berharap wisatawan domestik ikut meningkat.

“Bandara perintis akan menambah daya dukung pariwisata di Jateng. Karimunjawa merupakan pariwisata zona hijau yang sangat menarik bagi wisatawan mancanegara dan domestik,” ungkapnya.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Ahmad Luthfi telah menginstruksikan Dinas Perhubungan Jawa Tengah agar segera berkoordinasi terkait pengaturan jadwal penerbangan, termasuk negara-negara tujuan dan asal penerbangan.

“Banyak negara yang akan membuka penerbangan ke Jateng,” ujarnya.

Sebagai informasi, sejak 25 April 2025, Bandara Ahmad Yani Semarang resmi kembali berstatus sebagai bandara internasional, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2025.

Dengan dibukanya kembali akses internasional dan didukung bandara perintis di Jepara dan Blora, Jawa Tengah optimistis memperkuat perannya sebagai pusat investasi dan destinasi wisata unggulan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita