Menu ✖

Mode Gelap
Gastra Blora Salurkan Santunan untuk 3.000 Anak Yatim, Baznas Kumpulkan Rp1,4 Miliar per Bulan Viral Truk Tangki Agung Tirta Masuk Makam di Cepu, Warganet Heboh Bahas Makam yang Ditabrak 132 UMKM Blora Terima Bantuan Gerobak BRI Peduli, Eva Monalisa Dorong Usaha Kecil Naik Kelas Polsek Kedungtuban dan Bhayangkari Salurkan Bansos untuk Korban Puting Beliung di Nglandeyan PT Djarum Bedah 16 Rumah Warga Rembang, Bupati Harno Berharap Tahun Depan Bertambah Jadi 50 Unit Kasatreskrim Polres Blora AKP Andika Arya Pratama Siapkan Langkah Adaptif, Fokus Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat ‎

Berita

Dinas Pendidikan Blora Dorong Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Komunitas Belajar dan Kurikulum Merdeka

badge-check


					Dinas Pendidikan Blora Dorong Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Komunitas Belajar dan Kurikulum Merdeka Perbesar

Klikjateng, Blora – Dalam rangka meningkatkan kompetensi para guru dan tenaga kependidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Blora terus mendorong berbagai upaya pelatihan dan pengembangan profesional yang berbasis pada implementasi Kurikulum Merdeka. Kepala Dinas Pendidikan Blora, Sunaryo, menjelaskan bahwa peningkatan kompetensi guru dapat dilakukan melalui berbagai program berbasis komunitas seperti Komunitas Belajar (KOMBEL), serta kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan seminar.

“Kami mendorong para guru untuk meningkatkan kompetensi mereka melalui forum-forum seperti KOMBEL, yang merupakan komunitas belajar antar-guru untuk saling berbagi dan meningkatkan kemampuan diri. Kegiatan-kegiatan seperti webinar, Bimtek, dan seminar diadakan secara mandiri, didanai oleh guru-guru sendiri, dan mengundang narasumber yang kompeten. Ini sangat efektif untuk meningkatkan kapasitas mereka,” kata Sunaryo saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/10/2024).

Peran Komunitas Belajar dalam Meningkatkan Kompetensi Guru

Sunaryo menambahkan bahwa forum KOMBEL sangat efektif untuk memfasilitasi diskusi dan pembelajaran antar-guru. Komunitas ini mengadopsi konsep Kelompok Kerja Guru (KKG) untuk guru sekolah dasar dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk guru sekolah menengah, yang juga menjadi wadah bagi para guru untuk saling mendukung dan belajar.

“Komunitas ini bekerja seperti paguyuban, di mana guru-guru belajar dari satu sama lain. Kami di Dinas juga mendukung dengan mengadakan Bimtek untuk Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), yang berfokus pada peningkatan kompetensi guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka di kelas. Dengan adanya KKG dan MGMP, guru-guru bisa lebih fokus meningkatkan kemampuan mereka,” tambah Sunaryo.

Sinergi Pembelajaran Mandiri dan Teknologi

Selain komunitas, Kurikulum Merdeka juga mendorong guru untuk melakukan pembelajaran mandiri. Menurut Sunaryo, salah satu keunggulan Kurikulum Merdeka adalah fleksibilitas dalam memanfaatkan berbagai sumber belajar, termasuk teknologi dan internet. Ini memungkinkan guru untuk mengakses materi pelatihan dari berbagai platform digital.

“Dalam Kurikulum Merdeka, guru bisa memanfaatkan internet sebagai sumber belajar. Salah satu ciri dari Kurikulum Merdeka adalah fleksibilitasnya dalam menggunakan berbagai sumber, tidak terbatas hanya pada guru atau pelatihan formal. Ini memungkinkan guru untuk terus belajar kapan saja dan dari mana saja,” jelasnya.

Dinas Pendidikan Blora terus berkomitmen untuk memfasilitasi berbagai program peningkatan kompetensi, baik yang dilakukan secara mandiri oleh guru melalui KOMBEL, maupun program resmi yang diadakan oleh dinas seperti Bimtek. Dengan pendekatan ini, diharapkan kualitas pendidikan di Kabupaten Blora akan semakin meningkat.

 

(Angga)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita