Menu ✖

Mode Gelap
Bupati Kudus Dorong Generasi Muda Pahami Etika Politik, Siapkan Pemimpin Berkarakter Pimpin IKA UNDAR Jawa Tengah, Gus Arief Targetkan Database Alumni untuk Perkuat Pembangunan Daerah Angkatan Kedua Dititipkan ke Rembang, Bupati Blora Perjuangkan Gedung Baru Sekolah Rakyat ‎ Pemkab Grobogan Siapkan Sertipikasi Tanah TPA Ngembak, Pastikan Kepastian Hukum Aset Daerah Blora Jadi Kawasan Strategis Pangan di Jawa, Pemkab Jalin Kerja Sama dengan PT Agrinas Pangan Nusantara ‎ Jelang Hari Jadi ke-192, Bupati Temanggung Ziarah ke Makam Mantan Bupati di Blora ‎

Berita

Cegah Stunting Sejak Remaja, Skrining Anemia Remaja Putri di Rembang Capai 100 Persen ‎

badge-check


					Cegah Stunting Sejak Remaja, Skrining Anemia Remaja Putri di Rembang Capai 100 Persen ‎ Perbesar

Klikjateng, REMBANG – Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Rembang terus diperkuat sejak usia remaja. Salah satunya melalui pemeriksaan anemia dan pembiasaan konsumsi tablet tambah darah (TTD) bagi remaja putri. Berdasarkan evaluasi Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, cakupan skrining anemia remaja putri telah mencapai 100 persen.

‎

‎Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr. Ali Syofii, mengatakan intervensi kesehatan terhadap remaja putri menjadi langkah penting dalam mempersiapkan calon ibu yang sehat sekaligus mencegah masalah gizi pada generasi berikutnya.

‎

‎Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui program Aksi Bergizi di sekolah yang dilaksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Rembang.

‎

‎“Untuk remaja putri, indikator skrining anemia dan konsumsi tablet tambah darah sudah tercapai. Seluruh Puskesmas telah melaksanakan kegiatan tersebut,” ujarnya, Kamis (5/11/2026).

‎

‎Melalui program tersebut, para remaja putri didorong untuk melakukan pemeriksaan anemia serta membiasakan diri mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin.

‎

‎Selain itu, Dinas Kesehatan juga menggelar pelatihan konselor sebaya, penyuluhan kesehatan remaja, serta meningkatkan kompetensi petugas Puskesmas dalam memberikan edukasi kepada remaja putri.

‎

‎Penguatan pemeriksaan kesehatan juga dilakukan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) anak sekolah. Program ini menjangkau kelompok remaja putri, termasuk pemeriksaan anemia sebagai salah satu indikator intervensi spesifik dalam upaya penurunan stunting.

‎

‎Ali menjelaskan, kegiatan Aksi Bergizi di sekolah juga diarahkan untuk membangun kesadaran dan kebiasaan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah secara teratur.

‎

‎“Melalui Aksi Bergizi di sekolah, kita mengampanyekan pemeriksaan anemia dan konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri,” jelasnya.

‎

‎Ia mengapresiasi seluruh Puskesmas yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut hingga mampu mencapai target skrining anemia.

‎

‎Menurutnya, pencegahan stunting perlu dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya dimulai ketika seorang perempuan memasuki masa kehamilan. Persiapan kesehatan sejak usia remaja melalui pemenuhan kebutuhan gizi dan pemantauan kesehatan secara berkala juga menjadi bagian penting.

‎

‎Dengan capaian skrining anemia yang telah mencapai 100 persen, Pemkab Rembang berharap kesadaran remaja putri terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah anemia semakin meningkat. Langkah ini sekaligus menjadi investasi kesehatan untuk melahirkan generasi mendatang yang lebih sehat dan bebas stunting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita