Menu ✖

Mode Gelap
Kukuhkan Pengurus IPSM Blora 2026–2031, Bupati Arief Minta Persoalan Sosial Cepat Ditangani Bayi Usia 0–5 Bulan Dominasi Kasus Baru Stunting di Blora, Sri Setyorini Minta OPD Dievaluasi Bupati Arief Dorong Solusi Jangka Panjang Atasi Kekeringan Blora, BRI Salurkan 225 Tangki Air ‎ Bupati Arief Rohman Pimpin Apel Hari Santri Nasional 2026, Dorong Santri Kuasai Teknologi Bertahan 10 Tahun Berjualan Keliling, Bu Sami Jajakan Nasi Jagung hingga Kerupuk Samier di Blora Kapolres Blora Pimpin Sertijab PJU dan Kapolsek, Ini Daftar Pejabat yang Berganti

Berita

Bupati Arief Rohman Pimpin Apel Hari Santri Nasional 2026, Dorong Santri Kuasai Teknologi

badge-check


					Bupati Arief Rohman Pimpin Apel Hari Santri Nasional 2026, Dorong Santri Kuasai Teknologi Perbesar

Klikjateng, BLORA – Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman memimpin apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Alun-Alun Kota Blora, Kamis (22/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia yang menekankan pentingnya peran santri dalam membangun bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

‎

‎Apel diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Forkopimcam se-Kabupaten Blora, para kiai dan pengasuh pondok pesantren, serta santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Blora.

‎

‎Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran strategis dalam melanjutkan perjuangan ulama dan pahlawan melalui pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, serta pengamalan akhlak mulia.

‎

‎Dalam amanat Menteri Agama yang dibacakan Bupati Blora, para santri didorong untuk terus mengembangkan potensi diri dan tidak membatasi cita-cita. Santri diharapkan mampu berkiprah di berbagai bidang, mulai dari ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa, dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman.

‎

‎“Santri harus menguasai ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi. Tradisi pesantren harus terus dipelihara, tetapi santri juga tidak boleh takut terhadap perubahan. Jadilah generasi yang teguh memegang nilai-nilai keislaman, terbuka terhadap kemajuan, serta mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat,” demikian pesan dalam amanat tersebut.

‎

‎Amanat itu juga menegaskan bahwa perjuangan santri pada masa kini tidak lagi hanya diwujudkan melalui perjuangan mempertahankan kemerdekaan, tetapi juga melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

‎

‎Santri diharapkan berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui pendidikan, dakwah, pemberdayaan masyarakat, serta upaya menjaga persatuan dan kerukunan. Selain itu, santri juga didorong menjadi pelopor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, penggerak kemandirian ekonomi, penjaga lingkungan, serta sahabat bagi masyarakat.

‎

‎Pembangunan sumber daya manusia yang unggul, jujur, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap sesama menjadi salah satu pesan penting dalam peringatan HSN tahun ini.

‎

‎Semangat man jadda wajada, yang berarti barang siapa bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil, juga menjadi motivasi bagi para santri untuk terus belajar, berusaha, berinovasi, dan berkarya dalam menghadapi tantangan zaman.

‎

‎Pesantren dinilai memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa melalui tiga fungsi utama, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Ketiganya diharapkan terus diperkuat untuk melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu menebarkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam atau *rahmatan lil ‘alamin*.

‎

‎Di sisi lain, kehadiran Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama disebut sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perhatian lebih besar terhadap pengembangan dan penguatan pesantren agar kontribusinya dalam pembangunan nasional semakin optimal.

‎

‎Amanat Menteri Agama juga menekankan bahwa nilai-nilai agama harus menjadi sumber inspirasi untuk menebarkan kedamaian, menjaga kelestarian alam, memperkuat persaudaraan, dan membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.

‎

‎Hari Santri Nasional, lanjut amanat tersebut, bukan hanya milik kalangan santri, pesantren, atau umat Islam, melainkan juga milik seluruh bangsa Indonesia yang menghargai perjuangan, menjunjung tinggi persatuan, dan mencintai Tanah Air.

‎

‎Momentum ini diharapkan semakin memperkuat semangat gotong royong sekaligus melanjutkan perjuangan para ulama dan pahlawan melalui kontribusi nyata sesuai tantangan zaman.

‎

‎Menutup amanatnya, Menteri Agama menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional 2026 kepada seluruh santri dan keluarga besar pesantren di Indonesia.

‎

‎Para santri diharapkan terus menjaga tradisi, mengembangkan inovasi, memperkuat persaudaraan, serta mengabdikan diri bagi negeri demi mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita