Menu

Mode Gelap
Ziarah Makam R.A. Kartini, Pemkab Blora Teguhkan Semangat Emansipasi dan Kolaborasi Daerah Wabup Blora Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi Pemkab Rembang Bangun Traffic Light di Simpang Landoh, Tingkatkan Keselamatan Lalu Lintas Harlah ke-76 Fatayat NU, Pemkab Blora Dorong Ketahanan Pangan Keluarga dan Pertanian Organik Tasyakuran Mata Air Soco, Perhutani KPH Mantingan Tekankan Pentingnya Kelestarian Hutan RSUD dr. R. Soetijono Blora Resmikan Gedung Nusa Indah, Rayakan HUT ke-76 ‎

Berita

BPS Blora Gelar Sosialisasi Indikator Strategis, Dorong Pemanfaatan Data untuk Pembangunan Daerah

badge-check


					BPS Blora Gelar Sosialisasi Indikator Strategis, Dorong Pemanfaatan Data untuk Pembangunan Daerah Perbesar

Klikjateng, Blora – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blora mengadakan sosialisasi indikator strategis untuk mendorong pemanfaatan data sebagai dasar perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah. Kepala BPS Blora, Rukhedi, menyampaikan bahwa data yang telah dihasilkan oleh BPS diharapkan dapat digunakan oleh berbagai pihak, khususnya pemerintah daerah, dalam mengidentifikasi peluang dan merencanakan pembangunan secara lebih terarah.

“Data yang dirilis BPS bukan hanya untuk kami, tetapi untuk digunakan publik. Harapannya, pemerintah maupun masyarakat dapat memanfaatkan data ini sebagai landasan dalam melihat peluang dan menyusun kebijakan pembangunan,” ujar Rukhedi. Di ruang kerjanya Senin (16/12/2024).

Indikator untuk Evaluasi dan Perencanaan

Menurut Rukhedi, indikator strategis berfungsi untuk mengevaluasi keberhasilan pembangunan sekaligus merencanakan langkah tindak lanjut. Dengan data tersebut, pihak-pihak terkait dapat mengidentifikasi kekurangan dalam pembangunan dan mencari solusi yang lebih tepat.

“Indikator ini membantu kita melihat titik lemah dan kekurangan yang ada sehingga perencanaan di masa mendatang dapat lebih baik,” tambahnya.

Keterlibatan Pemangku Kepentingan

Sosialisasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk dinas-dinas, instansi pemerintah, ketua asosiasi, serta organisasi lainnya. Selain sebagai pengguna data, mereka diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan sensus ekonomi 2026 yang sudah mulai disiapkan sejak dini.

“Semua pihak harus siap dengan data, bukan hanya untuk saat ini, tetapi juga ke depannya. Kita mengundang dinas dan asosiasi untuk membuka diri terhadap pelaksanaan sensus ekonomi mendatang,” jelas Rukhedi.

Tantangan dan Solusi

Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah rendahnya kualitas data di Kabupaten Blora. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran produsen data, baik perusahaan maupun rumah tangga, untuk memberikan informasi yang akurat.

“Kami berharap responden memberikan data apa adanya, tanpa dikurangi atau dilebih-lebihkan, sehingga perencanaan pembangunan dapat dilakukan berdasarkan data yang akurat,” tegas Rukhedi.

BPS juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelaku usaha tentang pentingnya data melalui berbagai sosialisasi dan pelatihan.

Rencana Ke Depan

Setelah sosialisasi, BPS Blora akan terus memantau dan mengevaluasi penerapan indikator strategis secara periodik. Misalnya, indikator kemiskinan dirilis setahun sekali, sementara data pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya dirilis tahunan kini telah diubah menjadi triwulanan.

“Mulai tahun ini, kami merilis data pertumbuhan ekonomi setiap triwulan untuk memberikan informasi yang lebih terkini dan relevan,” kata Rukhedi.

Harapan untuk Pembangunan Blora

Melalui sosialisasi ini, BPS berharap penggunaan data yang akurat dapat mendorong pembangunan Blora yang lebih efektif dan berkelanjutan. BPS juga berencana menjadikan praktik terbaik dari daerah lain sebagai referensi untuk memperkuat implementasi indikator strategis di Blora.

Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan BPS, diharapkan Blora dapat lebih maju dalam merencanakan dan melaksanakan program-program pembangunannya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita