Menu ✖

Mode Gelap
Gastra Blora Salurkan Santunan untuk 3.000 Anak Yatim, Baznas Kumpulkan Rp1,4 Miliar per Bulan Viral Truk Tangki Agung Tirta Masuk Makam di Cepu, Warganet Heboh Bahas Makam yang Ditabrak 132 UMKM Blora Terima Bantuan Gerobak BRI Peduli, Eva Monalisa Dorong Usaha Kecil Naik Kelas Polsek Kedungtuban dan Bhayangkari Salurkan Bansos untuk Korban Puting Beliung di Nglandeyan PT Djarum Bedah 16 Rumah Warga Rembang, Bupati Harno Berharap Tahun Depan Bertambah Jadi 50 Unit Kasatreskrim Polres Blora AKP Andika Arya Pratama Siapkan Langkah Adaptif, Fokus Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat ‎

Berita

Anindita DD Ravi Pamungkas, Petani Ikan Muda Desa Palon yang Sukses Budidaya Nila

badge-check


					Anindita DD Ravi Pamungkas, Petani Ikan Muda Desa Palon yang Sukses Budidaya Nila Perbesar

Klikjateng, Blora – Di usia yang masih sangat muda, Anindita DD Ravi Pamungkas atau akrab disapa DD, telah membuktikan bahwa usaha budidaya ikan memiliki prospek cerah. Pemuda berusia 19 tahun yang juga mahasiswa STTR Cepu ini mulai menekuni budidaya ikan sejak 14 April 2023. Berfokus pada ikan nila, DD telah menjalankan usaha ini dengan metode modern dan inovatif.

Budidaya dengan Metode Bioflok
DD mengelola budidaya ikan nila menggunakan metode bioflok. Metode ini dipilih karena Desa Palon terkenal dengan kesulitan sumber air. “Saya menggunakan kultur bakteri untuk membentuk flok yang dapat mengurai limbah organik dalam kolam. Metode ini efektif menghemat penggunaan air sekaligus menjaga kualitasnya,” jelas DD.

Proses pemberian pakan dilakukan secara bertahap, dimulai dari 0,5% biomassa selama tahap karantina, lalu meningkat hingga 10% untuk ikan ukuran kecil. Seiring pertumbuhan ikan, pakan diturunkan bertahap hingga mencapai 2-4% menjelang panen. Meski sempat menghadapi kendala seperti kualitas air dan penyakit ikan, DD selalu siap dengan solusi untuk menanganinya.

Produksi dan Pemasaran
Saat ini, DD mampu memproduksi 2-3 kuintal ikan nila per bulan. Hasil panennya dipasarkan ke restoran, pemancingan, dan retail. Untuk menentukan harga jual, ia menghitung HPP (Harga Pokok Produksi) dan menyesuaikan dengan jumlah pembelian serta kebutuhan transportasi. “Saya sedang membangun kolam sektor 2 untuk meningkatkan produksi di masa mendatang,” katanya.

Tantangan dan Dukungan Pemerintah
Namun, perjalanan DD tidak selalu mulus. Ia mengaku tantangan terbesar datang dari dirinya sendiri. “Saya harus terus melawan rasa malas,” ungkapnya. Dari pemerintah, ia berharap ada dukungan berupa promosi produk budidaya ikan kepada masyarakat yang berkaitan, seperti pemilik restoran dan pemancingan. Hingga kini, ia belum menerima bantuan selain kunjungan dari dinas terkait.

Harapan dan Inovasi untuk Masa Depan
Dengan keyakinan tinggi terhadap prospek budidaya ikan, DD telah mencoba berbagai inovasi, termasuk penggunaan teknologi modern. “Saya melihat kebutuhan ikan di Blora terus meningkat setiap tahun. Ini peluang yang sangat baik,” ujarnya. Harapannya, ia dapat meningkatkan skala usahanya dan terus memenuhi kebutuhan pasar.

Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, DD menunjukkan bahwa semangat dan tekad kuat mampu membuka jalan kesuksesan, bahkan di usia muda. Usahanya tidak hanya mencukupi kebutuhan pribadi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan ekonomi lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita