Menu

Mode Gelap
Kemarau Panjang, Eva Monalisa Salurkan 200 Tangki Air Bersih ke 14 Kecamatan di Blora Bupati Kudus Sam’ani Beri Pesan Tegas ke 659 PPPK: Layani Masyarakat, Jangan Langgar Aturan Viral Rumah Mbah Samijah di Sambong Blora, Bupati Arief Turun Langsung dan Beri Bantuan 300 ASN Blora Ikuti Profiling di BKN Yogyakarta, Kerjakan 500 Soal dalam 150 Menit‎ Razia Gabungan di Rembang, 1.060 Batang Rokok Ilegal Diamankan dari Lasem-Pamotan ZMODIS Blora Diresmikan, 12 Penjahit Dapat Bantuan Mesin dan Tempat Usaha Rp55,3 Juta

Berita

Kemarau Panjang, Eva Monalisa Salurkan 200 Tangki Air Bersih ke 14 Kecamatan di Blora

badge-check


					Kemarau Panjang, Eva Monalisa Salurkan 200 Tangki Air Bersih ke 14 Kecamatan di Blora Perbesar

Klikjateng, Blora — Musim kemarau berkepanjangan kembali membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut mendapat perhatian anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah III, Eva Monalisa.

‎Sebanyak 200 tangki air bersih didorong untuk disalurkan ke 14 kecamatan di Kabupaten Blora sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.

‎Eva Monalisa mengatakan, persoalan air bersih di Blora bukan sekadar persoalan bantuan darurat, tetapi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

‎”Bantuan 200 tangki air bersih ke 14 kecamatan di Kabupaten Blora ini kami dorong sebagai bentuk kepedulian dan respons nyata terhadap kebutuhan masyarakat. Air bersih bukan sekadar bantuan, tetapi merupakan kebutuhan dasar dan hak masyarakat,” ujar Eva saat dihubungi melalui WhatsApp, Kamis (17/9/2026).

‎Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari, seperti minum, memasak, maupun kebutuhan keluarga lainnya.

‎Eva juga menilai distribusi air bersih saat musim kemarau hanya menjadi solusi jangka pendek. Karena itu, ia mendorong adanya pembangunan infrastruktur air bersih yang dapat menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat Blora.

‎”Ke depan kita harus mendorong solusi yang lebih permanen melalui pembangunan dan penguatan infrastruktur air bersih. Jaringan distribusi, embung, serta pengelolaan air yang berkelanjutan,” katanya.

‎Ia berharap ketersediaan air bersih nantinya dapat menjangkau rumah-rumah warga, sehingga masyarakat tidak selalu bergantung pada bantuan ketika musim kemarau tiba.

‎”Air bersih harus hadir sampai ke rumah-rumah warga, bukan hanya ketika terjadi krisis,” tegasnya.

‎Warga Karanggeneng Bersyukur

‎Salah satu wilayah yang merasakan langsung manfaat bantuan tersebut adalah Desa Karanggeneng. Warga di sejumlah RT di desa tersebut selama musim kemarau menghadapi keterbatasan pasokan air bersih.

‎Cuk Suwartono, yang mewakili pemerintah desa, mengatakan bantuan air bersih sangat membantu warga, khususnya masyarakat di RT 1, RT 2, RT 3, dan RT 4.

‎”Jadi bantuan air bersih ini sangat membantu warga kami karena khususnya di RT 1, 2, 3, dan 4 Desa Karanggeneng ini sangat membutuhkan air. Jadi air bersih ini sangat-sangat dibutuhkan warga,” ujarnya.

‎Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Eva Monalisa atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat.

‎”Saya ingin mengucapkan terima kasih sekali kepada Bu Eva, sukses untuk Bu Eva, sehat selalu untuk Bu Eva,” ucapnya.

‎Selain persoalan air bersih, Cuk juga menyampaikan aspirasi warga terkait pengembangan usaha masyarakat. Menurutnya, Desa Karanggeneng memiliki sejumlah warga yang menjalankan usaha pengolahan makanan dan makanan ringan.

‎”Di Karanggeneng ini ada banyak pengrajin atau industri makanan olahan, makanan ringan. Ada satu dua tiga warga yang punya kegiatan UMKM. Mungkin bisa dibantu oleh Bu Eva,” pintanya.

‎Aspirasi UMKM Ikut Dikawal

‎Menanggapi aspirasi tersebut, Eva Monalisa melalui Muchammad Ali Uddin menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengawal kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

‎Menurutnya, penanganan persoalan kekeringan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa.

‎”Yang penting persoalan air bersih menjadi perhatian bersama agar ke depan masyarakat tidak lagi bergantung pada bantuan ketika musim kemarau datang. Ini adalah pekerjaan rumah kita bersama,” pungkas M. Ali Uddin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita