Menu

Mode Gelap
Bupati Kudus Sam’ani Beri Pesan Tegas ke 659 PPPK: Layani Masyarakat, Jangan Langgar Aturan Viral Rumah Mbah Samijah di Sambong Blora, Bupati Arief Turun Langsung dan Beri Bantuan 300 ASN Blora Ikuti Profiling di BKN Yogyakarta, Kerjakan 500 Soal dalam 150 Menit‎ Razia Gabungan di Rembang, 1.060 Batang Rokok Ilegal Diamankan dari Lasem-Pamotan ZMODIS Blora Diresmikan, 12 Penjahit Dapat Bantuan Mesin dan Tempat Usaha Rp55,3 Juta Blora Tawarkan Potensi Beras dan Sapi ke ID FOOD, Bidik Pasar Premium hingga Ekspor

Berita

300 ASN Blora Ikuti Profiling di BKN Yogyakarta, Kerjakan 500 Soal dalam 150 Menit‎

badge-check


					300 ASN Blora Ikuti Profiling di BKN Yogyakarta, Kerjakan 500 Soal dalam 150 Menit‎ Perbesar

Klikjateng, Blora – Sebanyak 300 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Blora mengikuti kegiatan profiling untuk pemetaan kompetensi dan potensi pegawai di Kantor Regional I Badan Kepegawaian Negara (BKN) Yogyakarta, Selasa (15/9/2026).

‎Kegiatan tersebut dibuka Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini. Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati yang akrab disapa Budhe Rini tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang mengikuti profiling.

‎Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada panitia penyelenggara, khususnya Kantor Regional I BKN Yogyakarta yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

‎Menurut Sri Setyorini, profiling ASN menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola kepegawaian yang objektif dan berbasis kompetensi.

‎Seluruh ASN, baik yang menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, maupun jabatan fungsional dan pelaksana, memiliki kewajiban mengikuti profiling.

‎“Profiling ini nantinya akan menjadi salah satu dasar dalam penempatan jabatan yang sesuai dengan standar kompetensi, mendukung penerapan sistem merit, sekaligus mengisi basis data manajemen talenta secara objektif,” ujar Sri Setyorini.

‎Ia menjelaskan, dalam penerapan manajemen talenta, tata kelola Jabatan Pimpinan Tinggi telah diatur secara nasional. Dengan demikian, penempatan pejabat dapat disesuaikan dengan kompetensi serta kebutuhan organisasi dan negara.

‎Ke depan, kata dia, dimungkinkan adanya mobilitas Jabatan Pimpinan Tinggi antarinstansi, baik di tingkat pusat maupun daerah, secara lebih fleksibel sesuai ketentuan yang berlaku.

‎Karena itu, Sri Setyorini meminta seluruh peserta mengikuti proses profiling dengan sungguh-sungguh, jujur, dan memberikan performa terbaik.

‎“Saya mengimbau kepada seluruh peserta untuk mengikuti profiling ini dengan sungguh-sungguh, jujur, dan memberikan performa terbaik. Ini adalah modal berharga bagi saudara untuk mengenali kapasitas diri sekaligus membuka peluang pengembangan karier di masa depan,” katanya.

‎Ia menegaskan, assessment tersebut bukan sekadar formalitas. Profiling menjadi instrumen untuk mengidentifikasi potensi dan kompetensi masing-masing ASN.

‎“Jadikan profiling ini sebagai kesempatan untuk mengenali potensi dan kompetensi diri. Hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan karier dan peningkatan kualitas ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora,” tambahnya.

‎300 ASN Ikuti Assessment

‎Kepala BKPSDM Kabupaten Blora Drs. Heru Eko Wiyono menjelaskan, kegiatan profiling dilaksanakan selama satu hari, yakni Selasa (15/9/2026), di Kantor Regional I BKN Yogyakarta.

‎Sebanyak 300 ASN mengikuti kegiatan tersebut dan dibagi menjadi dua sesi. Masing-masing sesi diikuti 150 peserta.

‎Peserta terdiri atas 18 pejabat Eselon II, 5 pejabat Eselon III, 48 pejabat Eselon IV, serta 229 ASN dari jabatan fungsional dan pelaksana.

‎Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti assessment menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).

‎Masing-masing peserta harus mengerjakan sebanyak 500 soal dalam waktu 150 menit.

‎Melalui profiling tersebut, Pemkab Blora berharap dapat memiliki data kompetensi dan potensi ASN yang lebih komprehensif.

‎Data tersebut nantinya menjadi bagian dari penguatan manajemen talenta dan penerapan sistem merit, sekaligus mendukung penempatan ASN sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi.

‎Dengan adanya pemetaan yang lebih objektif, pemerintah daerah diharapkan dapat menempatkan serta mengembangkan ASN secara lebih tepat sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja pemerintahan di Kabupaten Blora.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita