Menu

Mode Gelap
Razia Gabungan di Rembang, 1.060 Batang Rokok Ilegal Diamankan dari Lasem-Pamotan ZMODIS Blora Diresmikan, 12 Penjahit Dapat Bantuan Mesin dan Tempat Usaha Rp55,3 Juta Blora Tawarkan Potensi Beras dan Sapi ke ID FOOD, Bidik Pasar Premium hingga Ekspor AHY Minta Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu, Blora Siap Perluas Program‎ Porsadin VIII Blora Digelar, Bupati Arief Dorong Santri Berprestasi hingga Tingkat Nasional BGN Temukan Banyak SOP Dilanggar di SPPG Sukorejo 2 Blora, Kepala Dapur Dicopot

Berita

Blora Tawarkan Potensi Beras dan Sapi ke ID FOOD, Bidik Pasar Premium hingga Ekspor

badge-check


					Blora Tawarkan Potensi Beras dan Sapi ke ID FOOD, Bidik Pasar Premium hingga Ekspor Perbesar

Klikjateng, Jakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora terus berupaya mengoptimalkan potensi daerah di sektor pangan. Salah satunya dengan menjajaki kerja sama strategis bersama BUMN Holding Pangan ID FOOD.

‎Langkah tersebut dilakukan Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman melalui kunjungan kerja ke kantor ID FOOD di Jakarta, Senin (14/9/2026).

‎Dalam kunjungan tersebut, Bupati Arief diterima langsung Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo dan Direktur Supply Chain Management dan IT ID FOOD Bernadetta Raras.

‎Pertemuan tersebut membahas peluang pengembangan berbagai komoditas unggulan Blora, khususnya sektor pertanian dan peternakan, agar dapat masuk ke dalam ekosistem pangan ID FOOD.

‎Bupati Arief memaparkan sejumlah potensi daerah yang dinilai memiliki daya saing tinggi. Salah satunya sektor tanaman pangan, mengingat Blora merupakan salah satu daerah penghasil padi di Jawa Tengah.

‎“Blora salah satu daerah penghasil padi terbesar. Selain itu, di sektor peternakan juga luar biasa. Jadi kami ingin mengoptimalkan potensi-potensi yang ada dan menggali potensi daerah di sektor lain,” ujar Arief.

‎Menurutnya, saat ini Pemkab Blora juga terus mengembangkan komoditas beras organik sebagai salah satu produk unggulan daerah.

‎Selain sektor pertanian, Arief turut menawarkan potensi peternakan Blora. Kabupaten Blora dikenal memiliki populasi sapi potong yang besar di Jawa Tengah. Aktivitas perdagangan ternak di daerah tersebut juga cukup tinggi.

‎“Pasar hewan di Blora buka setiap pasaran Pon atau lima hari sekali. Nilai transaksi dalam satu kali pasaran mencapai miliaran. Tentunya ini juga menjadi salah satu potensi yang perlu dikembangkan,” jelasnya.

‎Bidik Pasar Premium hingga Ekspor

‎Arief mengatakan, kerja sama dengan ID FOOD diharapkan tidak hanya sebatas penyerapan produk, tetapi dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani dan peternak Blora.

‎Pemkab Blora bahkan ingin mendorong produk pangan lokal masuk ke segmen premium dengan orientasi pasar ekspor.

‎“Tentunya kami ingin bermitra dengan ID FOOD di sektor pangan, yang pasti di kelas premium, yang orientasinya nanti sampai ekspor. Sehingga dari sisi penghasilan, para petani ini bisa bertambah,” ungkapnya.

‎Menurut Arief, kerja sama tersebut juga diharapkan dapat memberikan kepastian pasar bagi produk pertanian dan peternakan masyarakat.

‎“Blora juga menyimpan potensi besar pada komoditas tanaman pangan serta sektor peternakan sapi yang siap diintegrasikan dengan ekosistem ID FOOD,” katanya.

‎Ia menambahkan, Pemkab Blora terbuka terhadap investor maupun pihak lain yang ingin mengembangkan sektor pangan di daerah.

‎Pemkab, kata dia, berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

‎ID FOOD Siap Dukung Blora

‎Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo menyambut baik kunjungan Bupati Blora tersebut. Ia menyebut kerja sama antara ID FOOD dan Pemkab Blora sebenarnya sudah berjalan, meskipun masih dalam skala terbatas.

‎“Kami menyambut baik kedatangan Pak Bupati Blora ini. Sebenarnya kami juga sudah kerja sama dengan Pemkab Blora, meskipun masih skala kecil. Sudah ada produk dari Blora yang sudah kita ambil,” ujar Ghimoyo.

‎Ke depan, ID FOOD tidak hanya membuka peluang kerja sama untuk komoditas beras, tetapi juga siap mendukung potensi pangan lainnya yang dimiliki Kabupaten Blora.

‎“Namun ke depan tidak hanya beras saja yang kita ambil. Kami siap support apa yang dibutuhkan untuk Blora,” tegasnya.

‎Ghimoyo juga menyoroti potensi peternakan sapi Blora. Menurutnya, komoditas daging sapi dapat menjadi salah satu sektor yang dikembangkan melalui sinergi antara ID FOOD dan Pemkab Blora.

‎“Selain di sektor pangan, Kabupaten Blora juga salah satu penghasil sapi terbesar di Jawa Tengah. Jadi daging sapi ini juga kita masuk, sehingga apa yang bisa kita sinergikan dengan Pemkab Blora,” pungkasnya.

‎Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pangan di Kabupaten Blora, mulai dari produksi, penyerapan hasil pertanian dan peternakan, hingga perluasan akses pasar.

‎Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkab Blora dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan nilai tambah serta kesejahteraan petani dan peternak lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita