Klikjateng, Blora — Anggota DPR RI Edy Wuryanto mendorong kader PDI Perjuangan, khususnya generasi muda, untuk dipersiapkan menjadi calon pemimpin Kabupaten Blora, Jawa Tengah, di masa mendatang.
Menurut Edy, kepemimpinan Blora membutuhkan kader yang tidak hanya memiliki semangat berorganisasi, tetapi juga cerdas, berintegritas, kreatif, serta mampu memahami dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Hal itu disampaikan Edy saat menghadiri Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran) daerah pemilihan (dapil) 1 DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blora di Lapangan Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Minggu (30/8/2026) malam.
”Memimpin Blora membutuhkan orang-orang yang cerdas dan memiliki integritas yang baik,” kata Edy.
Edy mengatakan regenerasi kepemimpinan harus dipersiapkan sejak dini. Karena itu, ia mendorong semakin banyak anak muda untuk terlibat dalam kegiatan politik dan organisasi.
Menurutnya, kader muda harus memiliki kemampuan berpikir, kreativitas, serta kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
”Anak-anak muda harus kita persiapkan untuk mengambil peran yang lebih besar dalam kepemimpinan dan pembangunan di Kabupaten Blora,” ujarnya.
Selain persoalan regenerasi kepemimpinan, Edy mengingatkan kader PDI Perjuangan agar tetap menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian utama dalam perjuangan politik.
Ia menekankan pentingnya perhatian terhadap masyarakat miskin, terutama mereka yang membutuhkan akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, maupun jaminan sosial.
”Kalau ada orang miskin sampai sakit dan masih memikirkan biaya, negara ini dosa besar. Kader PDI Perjuangan harus berteriak keras karena orang miskin tidak boleh ditelantarkan,” tegasnya.
Anggota Komisi IX DPR RI tersebut juga menyoroti pentingnya jaminan sosial bagi para pekerja. Menurutnya, perlindungan harus diberikan kepada pekerja, termasuk ketika mengalami kecelakaan kerja maupun meninggal dunia.
Edy menegaskan kader partai harus mampu memahami persoalan masyarakat secara langsung dan memperjuangkannya melalui kerja nyata.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Musran dan Musanran yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blora. Konsolidasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat organisasi hingga tingkat ranting dan anak ranting.
”Saya ingin mengucapkan terima kasih karena Bapak-Ibu berkenan bergabung menjadi kader PDI Perjuangan di Kabupaten Blora,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blora Andita Nugrahanto mengatakan Musran dan Musanran merupakan bagian dari upaya memperkuat struktur organisasi hingga tingkat bawah.

Konsolidasi dapil 1 tersebut meliputi empat kecamatan, yakni Blora Kota, Jepon, Jiken, dan Bogorejo, dengan total 1.388 kader.
Berdasarkan data struktur organisasi, konsolidasi tersebut mencakup 78 desa, 44 PAC, 546 ranting, 266 dukuh, dan 798 anak ranting.
Andita mengatakan penguatan struktur hingga tingkat ranting dan anak ranting diperlukan untuk menjaga komunikasi sekaligus memastikan kader tetap solid dalam menjalankan kerja-kerja organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.
”Ini merupakan penguatan kita sebagai keluarga besar PDI Perjuangan di dapil 1,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh kader menjadikan konsolidasi tersebut sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan serta meningkatkan kontribusi kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
Kegiatan Musran dan Musanran Dapil 1 tersebut juga dirangkai dengan pelantikan struktur baru PDI Perjuangan Kabupaten Blora serta hiburan bagi kader dan masyarakat yang hadir.






