Menu

Mode Gelap
Kementan Dorong Pengembangan Gula Tumbu di Rembang, Jadi Alternatif Hilirisasi Tebu ‎ Lebih dari Sekadar Dakwah, Bupati Tantang Muslimat NU Blora Kembangkan Pertanian Organik dan Ayam Kampung Peringati Hari Anak Nasional, Pemkab Blora Gelar FABLO 2026, Bupati Ajak Anak Peduli Lingkungan dan Lestarikan Tradisi ‎ Pemkab Blora dan Polres Salurkan Bantuan Air Bersih, Bupati: APBD Siapkan 1.400 Tangki untuk Atasi Kekeringan ‎ Truk Ditabrak KA Ambarawa di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Jati, Sopir Alami Luka Berat 225 Siswa Mulai Tempuh Pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Rembang, 30 Siswa Berasal dari Blora ‎

Berita

Lebih dari Sekadar Dakwah, Bupati Tantang Muslimat NU Blora Kembangkan Pertanian Organik dan Ayam Kampung

badge-check


					Lebih dari Sekadar Dakwah, Bupati Tantang Muslimat NU Blora Kembangkan Pertanian Organik dan Ayam Kampung Perbesar

Klikjateng Blora – Bupati Blora Arief Rohman mengajak Muslimat NU Kabupaten Blora mengambil peran lebih besar dalam mendukung program ketahanan pangan. Tidak hanya melalui kegiatan keagamaan dan sosial, tetapi juga dengan terjun ke sektor pertanian organik dan budidaya ayam kampung.

‎Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Konferensi Cabang (Konfercab) Muslimat NU Kabupaten Blora di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Minggu (2/8/2026).

‎Dalam sambutannya, Arief mengapresiasi kontribusi Muslimat NU yang selama ini telah bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Blora di berbagai bidang, mulai dari dakwah, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, perlindungan perempuan dan anak, hingga pelayanan sosial.

‎”Atas nama Pemerintah Kabupaten Blora kami menyampaikan apresiasi, terima kasih, dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Muslimat NU Kabupaten Blora yang sudah bersinergi dengan pemerintah dalam berbagai program yang telah dilaksanakan,” ujarnya.

‎Menurut Arief, sinergi tersebut harus terus diperkuat melalui program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

‎”Kami ingin Muslimat memiliki kontribusi dalam rangka kemanfaatan dan kemaslahatan NU serta masyarakat di Kabupaten Blora,” katanya.

‎Ia berharap Konfercab tidak hanya melahirkan kepengurusan baru, tetapi juga menghasilkan program-program yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi umat.

‎Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pertanian. Arief menyebut pertumbuhan ekonomi Blora pada 2025 yang mencapai lebih dari lima persen ditopang oleh sektor pertanian dan pangan. Blora juga memiliki potensi besar sebagai daerah dengan populasi sapi terbesar di Jawa Tengah, produksi padi enam besar di provinsi, serta produksi jagung peringkat kedua di Jawa Tengah.

‎Melihat mayoritas warga Nahdlatul Ulama berprofesi sebagai petani, ia mendorong Muslimat NU ikut mengembangkan pertanian organik.

‎”Selama ini NU sudah sering mengadakan pengkaderan pertanian organik, tetapi peserta ibu-ibunya masih sangat sedikit. Saya ingin nanti ada pelatihan khusus pertanian organik untuk Muslimat NU,” tegasnya.

‎Menurut Arief, peluang pertanian organik di Blora sangat besar karena didukung ketersediaan pupuk organik dari limbah peternakan.

‎”Dengan potensi ternak hampir 250 ribu ekor, kotoran hewan bisa dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik. Ini menjadi tantangan bagi Muslimat dalam mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.

‎Selain pertanian organik, Bupati juga menyoroti tingginya kebutuhan ayam kampung di Blora yang hingga kini masih banyak dipasok dari luar daerah.

‎”Kebutuhan ayam kampung di Blora setiap hari mencapai ribuan ekor, tetapi yang menyuplai justru banyak dari luar kabupaten. Ini peluang sekaligus tantangan,” katanya.

‎Pemkab Blora, lanjut Arief, tengah menyiapkan skema bantuan melalui Baznas dan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendorong masyarakat membudidayakan ayam kampung.

‎Ia bahkan menantang kelompok-kelompok Muslimat NU hingga tingkat ranting untuk ikut meningkatkan populasi ayam kampung di Blora.

‎”Nanti bersama PKK dan Muslimat ranting, kalau memang siap akan kita programkan pembagian bibit ayam kampung. Yang penting populasinya bisa meningkat,” ujarnya.

‎Di akhir sambutannya, Arief meminta dukungan Muslimat NU agar program pertanian organik dan budidaya ayam kampung menjadi bagian dari agenda organisasi, sekaligus mendukung program prioritas pemerintah pusat di bidang ketahanan pangan.

‎”Saya serius menjalankan program pertanian organik dan ayam kampung ini. Karena itu saya mohon dukungan Muslimat agar menjadi salah satu program organisasi. Kita bersama-sama mendukung program Bapak Presiden terkait ketahanan pangan. Di Blora ada MBG, Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan berbagai program lainnya. Fokus kita adalah memperkuat ketahanan pangan,” pungkasnya.

‎Konfercab Muslimat NU Kabupaten Blora dihadiri jajaran Forkopimda, Ketua PW Muslimat NU Jawa Tengah Prof. Dr. Ismawati Hafiedz, Ketua PCNU Blora beserta badan otonom, perwakilan Kementerian Agama, Baznas Kabupaten Blora, serta pengurus Muslimat NU dari seluruh wilayah Kabupaten Blora. Acara diawali dengan tahlil, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan dan lagu organisasi, kemudian dilanjutkan sambutan para tokoh sebelum memasuki agenda utama Konfercab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita