Menu

Mode Gelap
Kemarau Panjang, Eva Monalisa Salurkan 200 Tangki Air Bersih ke 14 Kecamatan di Blora Bupati Kudus Sam’ani Beri Pesan Tegas ke 659 PPPK: Layani Masyarakat, Jangan Langgar Aturan Viral Rumah Mbah Samijah di Sambong Blora, Bupati Arief Turun Langsung dan Beri Bantuan 300 ASN Blora Ikuti Profiling di BKN Yogyakarta, Kerjakan 500 Soal dalam 150 Menit‎ Razia Gabungan di Rembang, 1.060 Batang Rokok Ilegal Diamankan dari Lasem-Pamotan ZMODIS Blora Diresmikan, 12 Penjahit Dapat Bantuan Mesin dan Tempat Usaha Rp55,3 Juta

Berita

Bupati Arief Rohman Ikuti Panen Padi Organik di Wado, Apresiasi Model Pemberdayaan Petani PCNU Blora ‎

badge-check


					Bupati Arief Rohman Ikuti Panen Padi Organik di Wado, Apresiasi Model Pemberdayaan Petani PCNU Blora ‎ Perbesar

Klikjateng Blora – Di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional, model pertanian organik berbasis pemberdayaan petani yang dikembangkan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Blora mulai menunjukkan hasil. Bupati Blora Arief Rohman turun langsung mengikuti panen padi organik di Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban, Sabtu (4/7/2026).

‎Panen dilakukan di lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi milik petani bernama Slamet dengan estimasi hasil mencapai dua ton gabah. Kegiatan tersebut turut dihadiri Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah Ubaidillah Shodaqoh, Ketua PCNU Blora M. Fatah, Camat Kedungtuban, jajaran LPPNU Blora, serta ratusan petani organik binaan.

‎Di balik panen tersebut, PCNU Blora bersama LPPNU terus membangun ekosistem pertanian organik melalui pendampingan budidaya, penguatan kelembagaan petani, hingga pemasaran hasil panen. Saat ini program tersebut telah menjangkau lahan seluas 41,3 hektare dengan melibatkan 139 petani binaan.

‎Pada musim tanam pertama tahun 2026, total produksi yang dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar 120 ton gabah kering panen (GKP). Namun, sebagian besar hasil panen masih dimanfaatkan untuk konsumsi rumah tangga karena mayoritas peserta merupakan petani gurem dengan kepemilikan lahan yang terbatas.

‎Meski demikian, sebagian hasil panen telah berhasil masuk ke sistem pemasaran yang lebih terstruktur melalui Koperasi Berkah Jagad Nusantara milik LPP PCNU Blora. Koperasi tersebut membeli gabah petani secara langsung sehingga memberikan kepastian pasar sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil panen.

‎Pada musim panen tahun ini, koperasi diperkirakan menghimpun sekitar 19 ton gabah dari petani binaan untuk diproses dan dipasarkan lebih lanjut.

‎Bupati yang akrab disapa Gus Arief mengapresiasi model pemberdayaan yang dikembangkan PCNU dan LPPNU Blora karena tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga membangun rantai nilai pertanian dari hulu hingga hilir.

‎”Kami mengapresiasi pendampingan yang dilakukan PCNU dan LPPNU Blora. Tidak hanya mendampingi proses budidaya, tetapi juga sampai tahap pengemasan dan pemasaran produk. Ini penting agar petani mendapatkan nilai tambah yang lebih besar,” ujarnya.

‎Menurut Gus Arief, pertanian organik memiliki prospek yang semakin menjanjikan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan sehat dan ramah lingkungan. Selain mampu menghasilkan produk berkualitas, sistem pertanian organik juga dinilai menjaga kesuburan tanah dan mendukung keberlanjutan produksi pangan dalam jangka panjang.

‎Ia menegaskan, pengembangan sektor pertanian menjadi salah satu fokus pemerintah dalam mendukung agenda ketahanan pangan dan energi yang menjadi prioritas nasional.

‎”Saat ini pemerintah sangat konsen pada ketahanan pangan dan energi. Karena itu pengembangan pertanian organik perlu terus diperluas dan diperkuat. Kami ingin sektor pertanian menjadi semakin produktif sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” tegasnya.

‎Sementara itu, Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh mengapresiasi langkah PCNU Blora yang dinilai berhasil mendorong peningkatan produksi sekaligus membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui pendekatan kelembagaan.

‎Menurutnya, keberhasilan program pertanian tidak hanya diukur dari besarnya hasil panen, tetapi juga dari kemampuan petani memperoleh akses terhadap teknologi, pendampingan, dan pasar yang berkelanjutan.

‎Dengan luas lahan binaan yang terus bertambah serta sistem pemasaran yang mulai terbentuk, pertanian organik di Kabupaten Blora diharapkan menjadi salah satu model penguatan ekonomi pedesaan sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita