Klikjateng, Rembang — Wakil Kepala KPH Mantingan, Arief Yudiarko, bersama jajaran manajemen dan perwakilan karyawan KPH Mantingan menghadiri kegiatan tasyakuran dan doa bersama di Mata Air Soco, petak 67B RPH Blebak, BKPH Demaan, Minggu (26/4/2026).
Kegiatan yang digelar masyarakat Desa Blebak tersebut merupakan tradisi tahunan setiap Bulan Selo, Minggu Pon, sebagai bentuk sedekah dan rasa syukur atas keberlangsungan sumber mata air Soco yang selama ini menjadi penopang kebutuhan air warga.
Dalam sambutannya, Arief Yudiarko menyampaikan bahwa Administrator/KKPH Mantingan, Rohasan, berhalangan hadir dan diwakilkan kepada dirinya. Ia juga mengapresiasi sinergi antara masyarakat, LMDH, dan Perhutani dalam menjaga kelestarian kawasan hutan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, Ketua LMDH, serta seluruh masyarakat sekitar sumber mata air Soco. Berkat kepedulian bersama, hutan di sekitar kawasan ini tetap tumbuh lebat tanpa gangguan,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberadaan hutan memiliki peran penting dalam menjaga kesuburan tanah, ketahanan air, serta sebagai pencegah bencana alam. Kelestarian hutan juga berdampak langsung terhadap keberlangsungan sumber mata air Soco yang dikenal sebagai sumber air abadi.
“Air Soco ini istimewa, karena dapat mengalir tanpa alat pompa dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Ini tidak lepas dari kerja sama yang sinergis antara LMDH, masyarakat, dan Perhutani KPH Mantingan,” tambahnya.
Mata Air Soco sendiri berada di wilayah BKPH Ngulon dan BKPH Demaan, di bawah pengelolaan KRPH Blebak. Kawasan ini dinilai memiliki pendekatan sosial yang kuat dengan masyarakat, terutama dalam menjaga kelestarian sumber air.
Kegiatan tasyakuran tersebut turut dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya Romo Kiai Nur Alim dari Ngulon, Wakil Administratur KPH Mantingan, Kepala Seksi PSDH, KRPH Blebak, Danru Polmob beserta anggota, Ketua LMDH Sumarsono, serta Kepala Desa Sendangmulyo Kusno.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan dan sumber daya air semakin meningkat, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh generasi mendatang.






