Menu

Mode Gelap
Kementan Dorong Pengembangan Gula Tumbu di Rembang, Jadi Alternatif Hilirisasi Tebu ‎ Lebih dari Sekadar Dakwah, Bupati Tantang Muslimat NU Blora Kembangkan Pertanian Organik dan Ayam Kampung Peringati Hari Anak Nasional, Pemkab Blora Gelar FABLO 2026, Bupati Ajak Anak Peduli Lingkungan dan Lestarikan Tradisi ‎ Pemkab Blora dan Polres Salurkan Bantuan Air Bersih, Bupati: APBD Siapkan 1.400 Tangki untuk Atasi Kekeringan ‎ Truk Ditabrak KA Ambarawa di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Jati, Sopir Alami Luka Berat 225 Siswa Mulai Tempuh Pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Rembang, 30 Siswa Berasal dari Blora ‎

Berita

Kudus Raih Tiga Penghargaan di Top BUMD Awards 2026 ‎

badge-check


					Kudus Raih Tiga Penghargaan di Top BUMD Awards 2026 ‎ Perbesar

Klikjateng, Jakarta – Pemerintah Kabupaten Kudus kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih tiga penghargaan dalam ajang Top BUMD Awards 2026 yang digelar di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026).

‎Dalam ajang tersebut, Kudus berhasil membawa pulang penghargaan Top BUMD 2026 Bintang 4 untuk PT BPR Bank Daerah Kudus (Perseroda). Selain itu, penghargaan Top BUMD Builder 2026 diraih oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, serta Top BUMD CEO 2026 yang diberikan kepada Direktur Utama Nataria Ika Prasetyawati.

‎Penghargaan tersebut diterima oleh perwakilan Bupati Kudus, Belinda Birton. Ia menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan menilai penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan inovasi.

‎“Pencapaian ini merupakan bukti nyata kerja Bank Daerah Kudus dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ini juga menjadi inspirasi bagi BUMD dan OPD lainnya untuk terus berinovasi,” ujarnya.

‎Sementara itu, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo, yang mewakili Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

‎Menurutnya, BUMD harus mampu menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni sebagai penyedia layanan publik dan sebagai entitas bisnis yang menghasilkan keuntungan.

‎“BUMD harus mampu menyeimbangkan fungsi pelayanan publik dan fungsi bisnis. Inovasi adalah kuncinya agar keduanya dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” tegasnya.

‎Ia juga menyoroti pentingnya pemetaan portofolio bisnis BUMD sebagai dasar dalam menentukan strategi pengembangan yang tepat ke depan.

‎“Pemerintah daerah sebagai pemilik dan BUMD perlu memetakan portofolio bisnisnya, mana yang harus didorong, didukung, atau dipertahankan,” lanjutnya.

‎Lebih jauh, Yusharto berharap adanya komitmen bersama dalam memperkuat peran BUMD sebagai penggerak utama perekonomian daerah.

‎“Kita perlu meningkatkan komitmen bersama untuk menjadikan BUMD sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita