Menu

Mode Gelap
Kementan Dorong Pengembangan Gula Tumbu di Rembang, Jadi Alternatif Hilirisasi Tebu ‎ Lebih dari Sekadar Dakwah, Bupati Tantang Muslimat NU Blora Kembangkan Pertanian Organik dan Ayam Kampung Peringati Hari Anak Nasional, Pemkab Blora Gelar FABLO 2026, Bupati Ajak Anak Peduli Lingkungan dan Lestarikan Tradisi ‎ Pemkab Blora dan Polres Salurkan Bantuan Air Bersih, Bupati: APBD Siapkan 1.400 Tangki untuk Atasi Kekeringan ‎ Truk Ditabrak KA Ambarawa di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Jati, Sopir Alami Luka Berat 225 Siswa Mulai Tempuh Pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Rembang, 30 Siswa Berasal dari Blora ‎

Berita

Nenek Hilang di Sungai Wulung Ditemukan Meninggal, Tim Gabungan Lakukan Pencarian 24 Jam

badge-check


					Nenek Hilang di Sungai Wulung Ditemukan Meninggal, Tim Gabungan Lakukan Pencarian 24 Jam Perbesar

Klikjateng, Blora — Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri akhirnya berhasil menemukan jasad R (74), seorang nenek yang sebelumnya dilaporkan hilang tenggelam di Sungai Wulung, Desa Gondel, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (2/4/2026) pagi, setelah pencarian intensif selama 24 jam.

‎Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kasi Humas AKP Midiyono membenarkan penemuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB di aliran sungai wilayah Desa Gondel, sekitar 2 kilometer dari titik awal korban terakhir terlihat.

‎“Setelah dilakukan pencarian dan penyisiran oleh tim BPBD dan Basarnas selama kurang lebih 24 jam, korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi oleh petugas,” ujar AKP Midiyono.

‎Berdasarkan kronologi, korban diketahui berada di pinggiran sungai pada Selasa (31/3/2026) malam. Keesokan harinya, Rabu (1/4/2026) pagi, saksi sempat membujuk korban untuk pulang ke rumah, namun korban menolak. Saat saksi kembali ke lokasi sekitar pukul 10.30 WIB, korban sudah tidak ditemukan.

‎Dari keterangan warga, korban diketahui memiliki riwayat gangguan mental serta gangguan penglihatan (katarak). Bahkan, korban disebut beberapa kali mencoba turun ke dasar sungai, namun sebelumnya berhasil dicegah oleh warga.

‎“Korban diketahui sudah pikun dan mengalami gangguan mental. Selain itu, kondisi arus sungai saat kejadian juga cukup deras,” tambahnya.

‎Tim medis dari Puskesmas Ketuwan yang melakukan pemeriksaan luar memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

‎“Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban meninggal dunia murni akibat tenggelam. Tidak ada tanda kekerasan. Setelah proses evakuasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak desa untuk dimakamkan,” jelas AKP Midiyono.

‎Proses pencarian dan evakuasi melibatkan berbagai unsur, di antaranya Polsek Kedungtuban, Koramil, BPBD Blora, Basarnas, Satpol PP, tenaga kesehatan, serta perangkat desa setempat.

‎Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengawasi anggota keluarga yang memiliki kondisi kesehatan khusus, guna mencegah kejadian serupa terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita