Menu

Mode Gelap
Ganti Rugi Tanah Bendungan Karangnongko Blora Rp300 Ribu/Meter, Warga Terima hingga Rp1,2 Miliar Kemarau Panjang, Eva Monalisa Salurkan 200 Tangki Air Bersih ke 14 Kecamatan di Blora Bupati Kudus Sam’ani Beri Pesan Tegas ke 659 PPPK: Layani Masyarakat, Jangan Langgar Aturan Viral Rumah Mbah Samijah di Sambong Blora, Bupati Arief Turun Langsung dan Beri Bantuan 300 ASN Blora Ikuti Profiling di BKN Yogyakarta, Kerjakan 500 Soal dalam 150 Menit‎ Razia Gabungan di Rembang, 1.060 Batang Rokok Ilegal Diamankan dari Lasem-Pamotan

Berita

‎Lansia Hilang Lima Hari di Todanan Ditemukan Meninggal di Kawasan Hutan ‎

badge-check


					‎Lansia Hilang Lima Hari di Todanan Ditemukan Meninggal di Kawasan Hutan ‎ Perbesar

‎Klikjateng, Blora — Seorang lansia berinisial S (89), warga Dukuh Banat, Desa Bedingin, Kecamatan Todanan, yang sempat dilaporkan hilang selama lima hari, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan hutan persilan Petak 29 RPH Gendongan, BKPH Ngapus, KPH Blora, Rabu (01/04/2026).

‎Penemuan jasad korban bermula dari laporan pihak keluarga melalui Polsek Todanan pada Selasa (31/03/2026). Sebelumnya, korban diketahui meninggalkan rumah sejak Sabtu (28/03/2026) pagi dengan tujuan menuju rumah anaknya. Namun hingga sore hari, korban tidak kunjung terlihat sehingga dinyatakan hilang.

‎Upaya pencarian sempat dilakukan oleh warga bersama petugas kepolisian, termasuk penyebaran informasi melalui media elektronik. Hingga akhirnya korban ditemukan oleh saksi di kawasan hutan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

‎Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kapolsek Todanan Iptu Suhari membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya langsung menuju lokasi setelah menerima laporan penemuan.

‎“Setelah menerima laporan, kami bersama tim medis dari Puskesmas Gondoriyo dan anggota Koramil Todanan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP serta pemeriksaan terhadap jenazah korban,” ujar Iptu Suhari.

‎Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

‎“Dari hasil pemeriksaan, tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan. Kondisi kulit yang mengelupas diduga akibat paparan sinar matahari dalam waktu lama,” jelasnya.

‎Pihak kepolisian menduga korban meninggal dunia akibat kondisi fisik yang lemah serta mengalami dehidrasi berat selama berada di dalam hutan.

‎“Korban diduga kekurangan cairan dan nutrisi karena selama beberapa hari tidak makan dan minum,” tambahnya.

‎Setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi, petugas bersama warga mengevakuasi jenazah korban. Atas kesepakatan keluarga dan hasil pemeriksaan yang memastikan tidak adanya unsur tindak pidana, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Bedingin untuk dimakamkan.

‎Kehadiran aparat kepolisian dalam proses pencarian hingga evakuasi menjadi wujud komitmen Polres Blora dalam memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita