Klikjateng, Blora – RSUD dr. R. Soeprapto Cepu mencatat peningkatan kunjungan pasien dalam dua hingga tiga tahun terakhir. Peningkatan tersebut seiring dengan penambahan tenaga medis, fasilitas, serta pengembangan berbagai layanan kesehatan di rumah sakit tersebut.
Direktur RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, drg. Wilys Yuniarti, mengatakan dalam tiga tahun terakhir pihaknya telah menambah sejumlah sumber daya manusia, mulai dari dokter spesialis, dokter umum, hingga tenaga kesehatan lainnya.
Selain itu, sarana penunjang seperti alat kesehatan, fasilitas pelayanan, hingga area parkir juga terus dilengkapi guna menunjang pelayanan kepada masyarakat.
“Seiring bertambahnya layanan kesehatan, jumlah kunjungan pasien juga meningkat,” ujarnya di Blora. Rabu (11/3/2026).
Berdasarkan laporan rapat Dewan Pengawas semester IV, rata-rata kunjungan pelayanan rawat jalan meningkat hingga 39,1 persen. Jumlah kunjungan rawat jalan tercatat naik dari 38.348 kunjungan pada 2023 menjadi 59.450 kunjungan pada 2024, dan kembali meningkat menjadi 72.770 kunjungan pada 2025.
Menurutnya, peningkatan tersebut dipicu oleh hadirnya sejumlah layanan baru, seperti poli jantung, THT, rehabilitasi medik, poli jiwa, poli mata, serta layanan hemodialisa.
“Dari berbagai layanan yang tersedia, poli penyakit dalam menjadi layanan yang paling banyak diminati masyarakat dengan 17.497 kunjungan pada 2025,” katanya.
Tidak hanya rawat jalan, jumlah pasien rawat inap juga mengalami peningkatan. Pada 2023 tercatat sebanyak 10.856 pasien, kemudian meningkat menjadi 13.742 pasien pada 2024, dan kembali naik menjadi 14.038 pasien pada 2025.
Sementara itu, kunjungan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) juga menunjukkan tren yang sama, dari 8.330 kunjungan pada 2023 menjadi 11.657 kunjungan pada 2024, dan meningkat menjadi 13.803 kunjungan pada 2025.
Wilys menambahkan, indikator pelayanan rumah sakit juga menunjukkan capaian yang baik. Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) tercatat sebesar 81,4 persen dengan rata-rata lama perawatan pasien atau Length of Stay (LOS) sekitar 3,5 hari.
Selain itu, Turn Over Interval (TOI) tercatat 0,8 hari, Bed Turn Over (BTO) mencapai 85,2 kali, serta Net Death Rate (NDR) berada pada angka 18,2 per mil.
Untuk menjaga kualitas pelayanan, pihak rumah sakit menerapkan budaya kerja 5S dan 5R serta melakukan pemantauan mutu secara berkala, di antaranya melalui uji kalibrasi alat kesehatan, pendidikan, serta pelatihan bagi tenaga medis.
Ke depan, RSUD Cepu juga berencana menambah ruang rawat inap khusus bagi pasien gangguan kejiwaan. Selain itu, rumah sakit juga tengah mempersiapkan penerapan standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dari pemerintah dengan target minimal 73 persen tempat tidur dapat memenuhi standar tersebut.






