Menu

Mode Gelap
Hari Jadi ke-477 Kudus, Bupati Sam’ani Tekankan Kolaborasi dan Semangat Urup Nguripi ‎ Mardi Ditunjuk Jadi Plt Sekda Rembang, Pemkab Siapkan Pengisian Sekda Definitif Sidak Proyek Sekolah Rakyat Blora, Komisi C Cek Progres dan Legalitas Material Pelajar 16 Tahun Hendak Belok, Motor Verza Tabrak dari Belakang di Jembatan Kajangan Blora PPPK Paruh Waktu Pemkab Demak Diminta Disiplin, Berintegritas dan Fokus Layani Masyarakat Ganti Rugi Tanah Bendungan Karangnongko Blora Rp300 Ribu/Meter, Warga Terima hingga Rp1,2 Miliar

Berita

RSUD dr. R. Soetijono Blora Perkuat Kolaborasi dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk Penanganan Cepat Pasien Jantung

badge-check


					RSUD dr. R. Soetijono Blora Perkuat Kolaborasi dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk Penanganan Cepat Pasien Jantung Perbesar

Klikjateng, Blora – RSUD dr. R. Soetijono Blora terus memperkuat sinergi dengan Dinas Kesehatan, puskesmas, dan rumah sakit rujukan lain demi meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan penyakit jantung yang membutuhkan kecepatan tinggi.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr. R. Soetijono Blora, dr. Farida Laela, menjelaskan bahwa pihaknya kini memiliki sistem komunikasi cepat melalui grup WhatsApp khusus rujukan kebidanan dan jantung.

“Untuk penanganan jantung, puskesmas sudah melakukan pemeriksaan EKG pada pasien. Hasil EKG itu langsung dikirimkan ke grup WhatsApp yang berisi dokter spesialis jantung. Dengan begitu, dokter bisa segera menganalisis kondisi pasien,” terang dr. Farida, Selasa (7/10/2025).

Ia menekankan bahwa penanganan pasien jantung sangat bergantung pada kecepatan tindakan. “Paling lama delapan jam sejak muncul gejala harus sudah ditangani. Begitu hasil EKG masuk, tim IGD di RSUD langsung bersiap. Saat pasien datang, bisa segera diberikan obat trombolitik,” lanjutnya.

Dengan sistem kolaborasi ini, proses rujukan menjadi lebih efisien dan memperbesar peluang keselamatan pasien. Selain untuk jantung, pola serupa juga diterapkan dalam rujukan kebidanan guna memastikan ibu hamil risiko tinggi mendapatkan penanganan cepat dari dokter spesialis.

“Intinya, komunikasi intensif dengan puskesmas melalui grup rujukan ini membuat pasien tidak kehilangan waktu berharga. Begitu sampai RSUD, sudah ada tindakan medis yang siap diberikan,” pungkas dr. Farida.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita