Menu ✖

Mode Gelap
Gastra Blora Salurkan Santunan untuk 3.000 Anak Yatim, Baznas Kumpulkan Rp1,4 Miliar per Bulan Viral Truk Tangki Agung Tirta Masuk Makam di Cepu, Warganet Heboh Bahas Makam yang Ditabrak 132 UMKM Blora Terima Bantuan Gerobak BRI Peduli, Eva Monalisa Dorong Usaha Kecil Naik Kelas Polsek Kedungtuban dan Bhayangkari Salurkan Bansos untuk Korban Puting Beliung di Nglandeyan PT Djarum Bedah 16 Rumah Warga Rembang, Bupati Harno Berharap Tahun Depan Bertambah Jadi 50 Unit Kasatreskrim Polres Blora AKP Andika Arya Pratama Siapkan Langkah Adaptif, Fokus Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat ‎

Berita

SPPG Kemadu Resmi Beroperasi, Wabup Rembang Ingatkan Pengelolaan MBG Harus Ketat

badge-check


					SPPG Kemadu Resmi Beroperasi, Wabup Rembang Ingatkan Pengelolaan MBG Harus Ketat Perbesar

Klikjateng, Rembang – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kembali memperluas jaringannya di Kabupaten Rembang. Unit layanan terbaru berlokasi di Desa Kemadu, Kecamatan Sulang, dan resmi diluncurkan pada Kamis (25/9/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Rembang sekaligus Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG), M. Hanies Cholil Barro’, menekankan pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat. Ia menegaskan, kasus keracunan massal yang sempat menimpa ratusan siswa SMPN 1 Kragan tidak boleh terulang, meskipun hasil laboratorium terkait penyebab pasti kasus tersebut belum diumumkan.

“Sekolah inikan ada PAUD, SMP, SMA, jam sekolahnya beda, menunya beda, ini harus disesuaikan. Termasuk distribusinya disesuaikan dengan permintaan dari sekolah,” ujar Wabup.

Ia menambahkan, waktu memasak dan distribusi makanan harus benar-benar diperhatikan agar makanan tetap layak konsumsi.

“Untuk pengiriman siang, masaknya lebih mundur agar tidak terjadi masakan kadaluarsa. Kalau masaknya pagi dikonsumsi siang kan sudah bahaya,” imbuhnya.

Selain itu, Gus Hanies juga mengingatkan pihak sekolah agar tidak membiarkan siswa maupun guru membawa pulang sisa makanan MBG. Hal ini dinilai berisiko terhadap kesehatan sekaligus menghambat evaluasi program.

“Jika bersisa, ada kemungkinan siswa itu alergi terhadap makanan tersebut. Bisa juga salah masak dan sebagainya, itu bisa menjadi catatan di SPPG. Kalau dibawa pulang nanti SPPG-nya tidak tahu, tahunya mereka habis aja,” tegasnya.

Ia pun kembali menegaskan bahwa pengelolaan MBG harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

“Sayap teman-teman SPPG benar-benar serius melaksanakan MBG, ini uang rakyat. Uang yang jenengan terima dari gaji SPPI, ini uang rakyat,” tandas Wabup.

Sementara itu, Kepala SPPG Kemadu, Andik Setiawan, menyampaikan bahwa dapurnya saat ini melayani 12 sekolah dengan sasaran 2.073 siswa. Jadwal menu untuk dua minggu ke depan juga sudah disiapkan.

“Untuk menyikapi hal yang baru, kelas besar tentu kita buat berbeda dengan kelas 3 ke bawah. Kelas tiga ke bawah kita dahulukan, dan untuk pengiriman siang, masaknya kita mundurkan, sembari teman-teman yang masak istirahat dulu,” jelasnya.

Dengan beroperasinya SPPG Kemadu, Pemkab Rembang berharap pelayanan MBG semakin merata dan kualitas gizi siswa tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita