Menu

Mode Gelap
Kemarau Panjang, Eva Monalisa Salurkan 200 Tangki Air Bersih ke 14 Kecamatan di Blora Bupati Kudus Sam’ani Beri Pesan Tegas ke 659 PPPK: Layani Masyarakat, Jangan Langgar Aturan Viral Rumah Mbah Samijah di Sambong Blora, Bupati Arief Turun Langsung dan Beri Bantuan 300 ASN Blora Ikuti Profiling di BKN Yogyakarta, Kerjakan 500 Soal dalam 150 Menit‎ Razia Gabungan di Rembang, 1.060 Batang Rokok Ilegal Diamankan dari Lasem-Pamotan ZMODIS Blora Diresmikan, 12 Penjahit Dapat Bantuan Mesin dan Tempat Usaha Rp55,3 Juta

Berita

Wabup Rembang Dorong Perluasan Pasar Tani ke Tingkat Kecamatan

badge-check


					Wabup Rembang Dorong Perluasan Pasar Tani ke Tingkat Kecamatan Perbesar

Klikjateng, Rembang – Wakil Bupati Rembang, Hanies Cholil Barro, mendorong agar kegiatan Pasar Tani Masyarakat Rembang (Pasti Marem) yang selama ini digelar di halaman kantor Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) diperluas hingga ke tingkat kecamatan. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat ekonomi petani lokal dan memperluas akses pasar bagi hasil pertanian.

Menurut Wabup Hanies, Pasar Tani terbukti memberikan manfaat besar, baik bagi petani sebagai pelaku produksi maupun masyarakat sebagai konsumen. Oleh karena itu, ia mengusulkan agar ke depan kegiatan pasar tani tidak hanya terpusat di satu lokasi, melainkan juga digelar secara bergiliran di tiap kecamatan.

“Ke depan, jika memungkinkan bikin cabang. Tidak hanya di halaman kantor Dintanpan, tapi keliling di halaman tiap-tiap kecamatan. Karena selain masyarakat terbantu, petani juga terbantu memasarkan produknya,” ujarnya saat ditemui awak media, baru-baru ini.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya publikasi yang lebih luas terkait kegiatan pasar tani agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan dapat memanfaatkannya.

Menanggapi usulan tersebut, Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, menyambut baik ide Wabup. Namun, ia mengungkapkan bahwa dari sisi anggaran, pelaksanaan pasar tani di tingkat kecamatan masih menghadapi tantangan.

“Secara konsep bagus, nanti akan kita jajaki. Sementara ini kami upayakan kalau ada program dari provinsi atau pusat, akan kita arahkan ke kecamatan,” jelasnya.

Pasar Tani Pasti Marem selama ini rutin digelar dua kali dalam sepekan sebagai sarana bagi petani lokal untuk menjual langsung hasil panennya kepada konsumen tanpa perantara. Skema ini memungkinkan petani memperoleh harga jual yang lebih baik, sekaligus memberi akses kepada masyarakat untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Program ini dinilai efektif dalam mendongkrak kesejahteraan petani dan menjaga stabilitas harga pangan di tingkat lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita