Menu

Mode Gelap
Kementan Dorong Pengembangan Gula Tumbu di Rembang, Jadi Alternatif Hilirisasi Tebu ‎ Lebih dari Sekadar Dakwah, Bupati Tantang Muslimat NU Blora Kembangkan Pertanian Organik dan Ayam Kampung Peringati Hari Anak Nasional, Pemkab Blora Gelar FABLO 2026, Bupati Ajak Anak Peduli Lingkungan dan Lestarikan Tradisi ‎ Pemkab Blora dan Polres Salurkan Bantuan Air Bersih, Bupati: APBD Siapkan 1.400 Tangki untuk Atasi Kekeringan ‎ Truk Ditabrak KA Ambarawa di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Jati, Sopir Alami Luka Berat 225 Siswa Mulai Tempuh Pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Rembang, 30 Siswa Berasal dari Blora ‎

Berita

Satgas Pangan Blora Intensifkan Pengawasan Jelang 17 Agustus, Cegah Peredaran Beras Oplosan

badge-check


					Satgas Pangan Blora Intensifkan Pengawasan Jelang 17 Agustus, Cegah Peredaran Beras Oplosan Perbesar

Klikjateng, Blora – Maraknya kasus beras oplosan di sejumlah daerah di Indonesia memicu reaksi cepat dari Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80 pada 17 Agustus mendatang, Satgas Pangan melakukan monitoring intensif terhadap harga dan pasokan kebutuhan pokok di berbagai pasar tradisional.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, selaku ketua Satgas Pangan, menegaskan bahwa timnya telah bergerak ke sejumlah titik strategis, seperti Pasar Rakyat Sido Makmur, Pasar Induk Cepu, Pasar Rakyat Randublatung, dan beberapa pasar lainnya.

“Pasar-pasar ini merupakan pusat distribusi utama kebutuhan pokok masyarakat Blora. Kami ingin memastikan tidak ada praktik curang seperti pengoplosan beras dan penimbunan barang,” ujar AKBP Wawan saat ditemui di Mapolres Blora, Rabu (30/7/2025).

Wawan menambahkan, pengawasan dilakukan secara berkala dengan melibatkan berbagai pihak seperti Perum Bulog, instansi terkait, dan para distributor bahan pangan. Fokus utama adalah menjaga stabilitas harga serta menjamin ketersediaan pasokan di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar nasional.

“Kami akan menjaga agar pasokan tetap lancar, terutama menjelang Hari Kemerdekaan yang biasanya diiringi peningkatan konsumsi masyarakat,” jelasnya.

Dalam upaya menjaga keseimbangan pasar, Satgas juga mengimbau para pedagang untuk tidak melakukan penimbunan bahan pokok yang dapat menyebabkan kelangkaan dan lonjakan harga secara tidak wajar.

“Pedagang diminta menjaga etika usaha dan turut serta mendukung kestabilan pasar demi kepentingan bersama,” tegasnya.

Sementara kepada masyarakat, Satgas Pangan mengajak agar tetap tenang dan bijak dalam berbelanja. Masyarakat diminta membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan aksi borong secara berlebihan yang dapat memicu kepanikan.

“Kenali ciri-ciri beras oplosan dan laporkan ke pihak berwenang jika menemukan dugaan pelanggaran. Keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama, mulai dari produsen hingga konsumen,” imbau AKBP Wawan.

Hasil pemantauan terbaru menunjukkan bahwa pasokan bahan pokok di Blora masih dalam kondisi aman. Harga komoditas penting seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan daging ayam terpantau stabil.

“Menjaga kestabilan ekonomi daerah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat. Dengan saling mendukung dan bertindak jujur, kita ikut membangun Indonesia yang lebih kuat, adil, dan sejahtera, mulai dari pasar rakyat hingga meja makan keluarga,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita