Menu ✖

Mode Gelap
Gastra Blora Salurkan Santunan untuk 3.000 Anak Yatim, Baznas Kumpulkan Rp1,4 Miliar per Bulan Viral Truk Tangki Agung Tirta Masuk Makam di Cepu, Warganet Heboh Bahas Makam yang Ditabrak 132 UMKM Blora Terima Bantuan Gerobak BRI Peduli, Eva Monalisa Dorong Usaha Kecil Naik Kelas Polsek Kedungtuban dan Bhayangkari Salurkan Bansos untuk Korban Puting Beliung di Nglandeyan PT Djarum Bedah 16 Rumah Warga Rembang, Bupati Harno Berharap Tahun Depan Bertambah Jadi 50 Unit Kasatreskrim Polres Blora AKP Andika Arya Pratama Siapkan Langkah Adaptif, Fokus Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat ‎

Berita

DPUPR Blora Tanggap Darurat Banjir, Imbau Warga Jaga Kebersihan Sungai

badge-check


					DPUPR Blora Tanggap Darurat Banjir, Imbau Warga Jaga Kebersihan Sungai Perbesar

Klikjateng, Blora – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda 14 kecamatan pada Senin hingga Selasa (19–20/5/2025). Langkah tanggap darurat ini dilakukan secara kolaboratif bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan BBWS Bengawan Solo.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Blora, Ir. Surat, menjelaskan, kegiatan difokuskan pada pembersihan sampah di alur sungai, kanal banjir, dan saluran drainase.

“Salah satunya kami tindak lanjuti laporan warga Desa Gedongsari, yang terdampak banjir akibat tumpukan sampah dan bambu di hulu Jembatan Badong. Alat berat kami masih di lokasi,” ujar Surat, Kamis (22/5/25).

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai dan saluran air, karena hal itu dapat memperparah bencana banjir.

“Menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sejatinya bagian dari ibadah kita kepada Tuhan dan bentuk kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya.

Surat juga menekankan pentingnya disiplin warga dalam mitigasi bencana.

“Sekecil apapun usaha kita untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan adalah langkah besar mencegah bencana banjir dan tanah longsor. Buanglah sampah pada tempatnya,” tegasnya.

Pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi BMKG masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.

“Jika hujan deras terjadi 3-4 jam, warga harus siap siaga dan memeriksa kondisi saluran air di lingkungan masing-masing,” pesannya.

Terkait penanganan jangka panjang, Pemkab Blora berencana menggelar rapat koordinasi lintas sektor pasca banjir. Rapat ini akan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhutani untuk menata ulang daerah aliran sungai (DAS) yang tergolong kritis.

“Reboisasi dengan tanaman keras di kawasan hutan kritis dan pengendalian perubahan lahan menjadi kunci mencegah banjir di masa mendatang,” pungkas Surat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita