Menu

Mode Gelap
Ganti Rugi Tanah Bendungan Karangnongko Blora Rp300 Ribu/Meter, Warga Terima hingga Rp1,2 Miliar Kemarau Panjang, Eva Monalisa Salurkan 200 Tangki Air Bersih ke 14 Kecamatan di Blora Bupati Kudus Sam’ani Beri Pesan Tegas ke 659 PPPK: Layani Masyarakat, Jangan Langgar Aturan Viral Rumah Mbah Samijah di Sambong Blora, Bupati Arief Turun Langsung dan Beri Bantuan 300 ASN Blora Ikuti Profiling di BKN Yogyakarta, Kerjakan 500 Soal dalam 150 Menit‎ Razia Gabungan di Rembang, 1.060 Batang Rokok Ilegal Diamankan dari Lasem-Pamotan

Berita

Wamen Kebudayaan Giring Ganesha Dukung Kelenteng Cu An Kiong Jadi Cagar Budaya Nasional

badge-check


					Wamen Kebudayaan Giring Ganesha Dukung Kelenteng Cu An Kiong Jadi Cagar Budaya Nasional Perbesar

Klikjateng, Rembang – Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha mengunjungi Kabupaten Rembang, salah satu tujuannya adalah Kelenteng Cu An Kiong di Desa Soditan, Kecamatan Lasem. Dalam kunjungan tersebut, Giring menyampaikan komitmennya untuk mendorong kelenteng bersejarah ini menjadi cagar budaya nasional.

Kelenteng Cu An Kiong, yang merupakan salah satu kelenteng tertua di Nusantara, memiliki nilai historis yang erat dengan masuknya etnis Tionghoa ke Pulau Jawa. Giring mengaku sangat antusias selama kunjungannya. Bersama sang istri, Cynthia Reza, ia tak hanya mengamati dan memotret detail bangunan, tetapi juga mencoba ramalan tradisional Tionghoa, Ciam Si.

“Kelenteng ini sedang dalam proses untuk tercatat sebagai cagar budaya nasional. Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mendukung hal itu,” ujar Giring.

Ia juga mengapresiasi komunitas dan yayasan yang selama ini merawat kelenteng yang telah berdiri sejak abad ke-15 tersebut. Menurutnya, arsitektur dan artefak yang ada di Kelenteng Cu An Kiong sangat luar biasa.

“Jujur, saya pernah ke beberapa kelenteng di Indonesia, tapi kelenteng ini memiliki artefak yang luar biasa. Ada tandu berusia 600 tahun yang masih tersimpan dan dijaga dengan baik,” ungkapnya.

Pegiat pelestarian sejarah Lasem, Agni Malagina, menjelaskan bahwa kelenteng ini memiliki keunikan tersendiri dibanding kelenteng lainnya. Keaslian ragam hias, ukiran, serta nilai seni dan estetika yang tinggi menjadikannya simbol akulturasi budaya di Indonesia.

“Saat ini, Kelenteng Cu An Kiong masih berstatus cagar budaya tingkat kabupaten. Untuk naik menjadi cagar budaya nasional, harus ada situs atau bangunan yang dicagarbudayakan. Kami berharap Kementerian Kebudayaan dapat mendukung upaya pelestarian ini,” ujar Agni.

Kelenteng Cu An Kiong diharapkan segera mendapat pengakuan sebagai cagar budaya nasional agar dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan sejarah dan budaya Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita