Menu

Mode Gelap
Kementan Dorong Pengembangan Gula Tumbu di Rembang, Jadi Alternatif Hilirisasi Tebu ‎ Lebih dari Sekadar Dakwah, Bupati Tantang Muslimat NU Blora Kembangkan Pertanian Organik dan Ayam Kampung Peringati Hari Anak Nasional, Pemkab Blora Gelar FABLO 2026, Bupati Ajak Anak Peduli Lingkungan dan Lestarikan Tradisi ‎ Pemkab Blora dan Polres Salurkan Bantuan Air Bersih, Bupati: APBD Siapkan 1.400 Tangki untuk Atasi Kekeringan ‎ Truk Ditabrak KA Ambarawa di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Jati, Sopir Alami Luka Berat 225 Siswa Mulai Tempuh Pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Rembang, 30 Siswa Berasal dari Blora ‎

Berita

Kudus Luncurkan Indeks Penyelenggaraan Pemerintahan Desa untuk Tingkatkan Kualitas Pemerintahan Desa

badge-check


					Kudus Luncurkan Indeks Penyelenggaraan Pemerintahan Desa untuk Tingkatkan Kualitas Pemerintahan Desa Perbesar

Klikjateng, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), resmi meluncurkan Indeks Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (IPPD) dalam sebuah acara bertajuk Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa yang berlangsung di Pendapa Kabupaten Kudus pada Selasa (17/12). Acara tersebut dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Kudus, M. Hasan Chabibie, beserta seluruh jajaran pemerintahan desa dan pemangku kepentingan terkait.

Alat Ukur Kinerja Pemerintahan Desa

Dalam sambutannya, Hasan Chabibie menyampaikan pentingnya IPPD sebagai alat ukur kinerja aparatur pemerintahan desa. “Alat ini tidak hanya berfungsi untuk memantau, tetapi juga sebagai acuan dalam mengevaluasi kinerja aparat pemerintah desa setiap tahunnya,” ujarnya.

Ia mengapresiasi langkah Dinas PMD yang telah meluncurkan program ini sebagai inovasi untuk meningkatkan kualitas pemerintahan desa. “Melalui IPPD, seluruh desa di Kabupaten Kudus diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam melaksanakan tahapan yang telah ditentukan, termasuk pengelolaan aset dan keuangan desa melalui aplikasi berbasis digital ini,” tambahnya.

Aplikasi IPPD untuk Penilaian Objektif

Hasan juga menekankan pentingnya aplikasi IPPD dalam menilai kinerja desa secara objektif berdasarkan indikator yang terukur. Hal ini dinilai dapat mempermudah evaluasi sekaligus memperkuat pondasi pembangunan desa yang lebih maju.

“Dengan indikator yang terukur, setiap desa dapat mengevaluasi kinerjanya secara transparan dan akuntabel. Saya harap aplikasi ini dapat membantu desa-desa menjadi lebih efektif dan efisien dalam menyelenggarakan pemerintahan,” katanya.

Pembangunan Berbasis Daerah Perbatasan

Pj Bupati Kudus juga menyoroti pentingnya pembangunan wilayah perbatasan. Menurutnya, fokus pembangunan tidak hanya di pusat kota, tetapi harus dimulai dari daerah terluar sebagai halaman depan suatu wilayah.

“Jika kita ingin membangun Kabupaten Kudus, maka yang jadi fokus adalah perbatasan. Ketika sarana prasarana dan pelayanan publik di perbatasan memadai, maka wilayah kita akan dinilai baik secara keseluruhan,” jelas Hasan.

Sinergi Kebijakan dan Optimalisasi Kinerja Desa

Kepala Dinas PMD Kudus, Famny Dwi Arfana, berharap dengan dilaunchingnya IPPD, kebijakan pemerintah dapat lebih terintegrasi dan optimal. Sistem IPPD dirancang untuk mempermudah proses penginputan data dokumen perencanaan desa, lembaga desa, pengelolaan keuangan, dan aset desa secara sistematis.

“Tujuan utama IPPD adalah mendorong disiplin dan kinerja aparat pemerintah desa agar mampu menyelenggarakan pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, partisipatif, dan demokratis,” terang Famny.

Komitmen Menuju Desa yang Maju dan Berkualitas

Dengan adanya IPPD, Pemerintah Kabupaten Kudus berkomitmen untuk mendukung desa-desa dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan. Langkah ini diharapkan menjadi pijakan awal untuk menciptakan desa yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita