Menu

Mode Gelap
Kementan Dorong Pengembangan Gula Tumbu di Rembang, Jadi Alternatif Hilirisasi Tebu ‎ Lebih dari Sekadar Dakwah, Bupati Tantang Muslimat NU Blora Kembangkan Pertanian Organik dan Ayam Kampung Peringati Hari Anak Nasional, Pemkab Blora Gelar FABLO 2026, Bupati Ajak Anak Peduli Lingkungan dan Lestarikan Tradisi ‎ Pemkab Blora dan Polres Salurkan Bantuan Air Bersih, Bupati: APBD Siapkan 1.400 Tangki untuk Atasi Kekeringan ‎ Truk Ditabrak KA Ambarawa di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Jati, Sopir Alami Luka Berat 225 Siswa Mulai Tempuh Pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Rembang, 30 Siswa Berasal dari Blora ‎

Berita

Rakor Pupuk Subsidi Bersama KPL se-Kecamatan Sayung Bahas Kebijakan dan Koordinasi Pelayanan Petani

badge-check


					Rakor Pupuk Subsidi Bersama KPL se-Kecamatan Sayung Bahas Kebijakan dan Koordinasi Pelayanan Petani Perbesar

Klikjateng, Demak – Kios Pupuk Lengkap (KPL) sebagai rantai utama dalam distribusi pupuk subsidi lini 4 yang berinteraksi langsung dengan petani, menggelar rapat koordinasi (rakor) di ruang rapat Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Sayung pada Rabu (16/10/2024). Acara ini dihadiri oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), perwakilan KPL se-Kecamatan Sayung, distributor pupuk, dan pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Hari Mul, selaku Koordinator Penyuluh (Korluh) PPL, dalam sambutannya menjelaskan sejumlah perubahan kebijakan terkait pupuk subsidi pada tahun 2024. Salah satu perubahan yang cukup signifikan adalah alokasi pupuk yang kini menggunakan sistem e-Alokasi, menggantikan e-RDKK. Selain itu, petani baru tidak lagi dicetak kartu tani, sementara mesin EDC untuk penebusan pupuk diganti dengan MPOS. Perubahan ini, menurut Hari Mul, mempengaruhi mekanisme pelayanan pupuk ke petani, namun KPL diharapkan tetap siap melayani kebutuhan petani dengan menjaga stok pupuk minimal sesuai kebutuhan satu minggu ke depan.

“Kami himbau KPL agar selalu siap memenuhi kebutuhan pupuk petani dengan menyediakan stok minimal sesuai kebutuhan selama satu minggu ke depan, meskipun ada beberapa perubahan kebijakan,” ujar Hari Mul.

Selain itu, Hari Mul juga mengingatkan KPL agar proses verifikasi dan validasi (verval) Ipubers dilakukan tepat waktu sebelum akhir bulan. “Pengajuan verval harus disampaikan ke tim verval sebelum akhir bulan, dan saat mengunggah foto, pastikan KTP terlihat jelas serta wajah petani menghadap ke depan,” tambahnya.

Pihak BRI dalam kesempatan tersebut mensosialisasikan penggunaan MPOS sebagai pengganti EDC dalam proses transaksi pupuk subsidi. MPOS diharapkan dapat mempermudah transaksi pupuk oleh petani serta meningkatkan efisiensi pelayanan. Selain itu, pihak distributor juga mengingatkan KPL untuk tetap tertib dalam administrasi guna menjaga kelancaran distribusi pupuk.

Rakor ini juga menghasilkan kesepakatan bahwa pertemuan rutin KPL akan dilaksanakan setiap bulan dengan mengundang PPL dan distributor, guna menjaga koordinasi dan memastikan pelayanan pupuk subsidi berjalan lancar.

Dengan koordinasi dan pelayanan yang lebih baik, diharapkan produksi pertanian di Kecamatan Sayung akan terus meningkat.

 

(Da-v)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita