Menu

Mode Gelap
Kementan Dorong Pengembangan Gula Tumbu di Rembang, Jadi Alternatif Hilirisasi Tebu ‎ Lebih dari Sekadar Dakwah, Bupati Tantang Muslimat NU Blora Kembangkan Pertanian Organik dan Ayam Kampung Peringati Hari Anak Nasional, Pemkab Blora Gelar FABLO 2026, Bupati Ajak Anak Peduli Lingkungan dan Lestarikan Tradisi ‎ Pemkab Blora dan Polres Salurkan Bantuan Air Bersih, Bupati: APBD Siapkan 1.400 Tangki untuk Atasi Kekeringan ‎ Truk Ditabrak KA Ambarawa di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Jati, Sopir Alami Luka Berat 225 Siswa Mulai Tempuh Pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Rembang, 30 Siswa Berasal dari Blora ‎

Berita

Wamentan Sudaryono Tegaskan HPP Gabah Rp 6.500 Berlaku Mulai 15 Januari 2025

badge-check


					Wamentan Sudaryono Tegaskan HPP Gabah Rp 6.500 Berlaku Mulai 15 Januari 2025 Perbesar

Klikjateng, Blora – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram akan mulai berlaku pada 15 Januari 2025. Pernyataan ini disampaikan melalui kanal TikTok resminya dan saat kunjungannya ke Desa Pelabuhan Dalam, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. (13/1/2025).

Dalam video yang diunggah di TikTok, Sudaryono mengungkapkan bahwa saat ini harga gabah di lapangan masih ada yang berada di kisaran Rp 5.400 per kilogram. Ia menilai kondisi ini sangat merugikan petani dan telah meminta Bulog Sumatera Selatan untuk memastikan pembelian gabah sesuai HPP mulai 15 Januari 2025.

“Petani harus mendapatkan keuntungan yang layak, karena semangat mereka menentukan produktivitas pangan nasional. Jika petani untung, panen meningkat, dan kita tidak perlu impor lagi,” ujar Sudaryono dalam unggahannya.

Ia juga menegaskan bahwa semua pihak, termasuk aparat, harus berperan aktif dalam mengawal kebijakan ini. Menurutnya, kesejahteraan petani merupakan kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan Indonesia.

“Mari kita kawal bersama kebijakan ini agar berjalan dengan baik. Petani sejahtera, ketahanan pangan terjaga,” pungkasnya.

Video pernyataan Sudaryono ini mendapat beragam respons dari netizen, terutama dari kalangan petani yang berharap kebijakan tersebut dapat terealisasi di lapangan tanpa kendala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita