Menu

Mode Gelap
Stok Darah PMI Demak Menipis, Golongan A dan AB Kosong ‎ Pendaftaran Beasiswa Bojonegoro 2026 Masih Dibuka, Dinas Pendidikan Ajak Mahasiswa Segera Mendaftar Pemkab Kudus Gelar Halalbihalal Hari Pertama Kerja, Perkuat Soliditas dan Pelayanan Publik Pemkab Rembang Hadiri Pemakaman Michael Bambang Hartono, Ribuan Pelayat Beri Penghormatan Terakhir Bupati Blora Tegaskan Kunjungan ke Nglebak Bukan Sekadar Konten, Serahkan Bantuan dan Siapkan Pembangunan Lanjutan ‎Hari Pertama Masuk Kerja, Bupati Blora Sidak Pelayanan Publik ‎

Berita

Viral di TikTok, Bupati Blora Tinjau Jalan Rusak di Nglebak dan Apresiasi Gotong Royong Warga ‎

badge-check


					Viral di TikTok, Bupati Blora Tinjau Jalan Rusak di Nglebak dan Apresiasi Gotong Royong Warga ‎ Perbesar

Klikjateng, Blora – Bupati Blora, Arief Rohman bersama Wakil Bupati Sri Setyorini meninjau langsung kondisi jalan rusak di Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Rabu (18/3/2026).

‎Kunjungan tersebut dilakukan menyusul viralnya aksi gotong royong warga yang memperbaiki jalan secara swadaya melalui media sosial TikTok di akun @nglebakofficial.

‎Dalam peninjauan itu, Bupati Arief bersama rombongan berkeliling kampung menggunakan sepeda motor untuk melihat langsung pembangunan jalan rabat beton yang dilakukan warga di ruas Menden–Megeri dan Getas–Kalikangkung.

‎Saat berdialog dengan masyarakat, Arief Rohman langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum untuk mengirimkan tanah grosok guna mengurug bahu jalan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya swadaya warga.

‎Perbaikan jalan tersebut dilakukan secara mandiri melalui sistem urunan. Warga bahu-membahu menyumbangkan berbagai kebutuhan, mulai dari material seperti semen dan pasir, bantuan dana, tenaga kerja, hingga penyediaan konsumsi. Proses pengerjaan dilakukan setiap hari secara bergantian, dari sore hingga malam hari.

‎Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati dan rombongan. Ia mengungkapkan bahwa ruas jalan Menden–Megeri terakhir kali dibangun sekitar tahun 2012.

‎Menurutnya, gerakan gotong royong ini bermula dari rapat RT di Dusun Kalikangkung yang menyepakati pembangunan jalan secara swadaya. Seluruh bantuan, baik material, tenaga, maupun dana, dikoordinasikan oleh perangkat desa dan dicatat secara transparan melalui papan pengumuman.

‎“Total ada tujuh titik yang dibangun rabat beton. Bahkan bantuan juga datang dari warganet saat siaran langsung melalui akun TikTok @nglebakofficial,” jelasnya.

‎Untuk kebutuhan konsumsi warga yang bergotong royong, lanjutnya, dipenuhi oleh ibu-ibu setempat dengan anggaran yang juga berasal dari swadaya masyarakat.

‎Usai peninjauan, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama di rumah kepala desa, salat tarawih berjamaah, serta penyerahan santunan kepada anak yatim melalui Baznas.

‎Dalam kesempatan tersebut, Bupati Arief Rohman menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas masih adanya sejumlah ruas jalan yang belum tertangani. Ia mengakui bahwa persoalan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.

‎“Dengan wilayah yang terdiri dari 16 kecamatan dan 295 desa/kelurahan, kebutuhan peningkatan infrastruktur masih sangat besar,” ujarnya.

‎Selain itu, ia juga menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) agar model gotong royong swadaya seperti yang dilakukan warga Nglebak dapat dijadikan percontohan bagi desa lain di Kabupaten Blora.

‎Bupati berkomitmen mengupayakan perbaikan jalan tersebut pada tahun 2027, namun tetap membuka peluang percepatan melalui anggaran perubahan tahun 2026 apabila memungkinkan.

‎Saat berdialog dengan warga usai salat tarawih, Arief Rohman juga mengimbau masyarakat untuk melakukan balik nama kendaraan ke plat Blora guna meningkatkan pendapatan pajak daerah. Ia menyebut masih banyak kendaraan warga yang menggunakan plat luar daerah, khususnya Ngawi, karena faktor kedekatan lokasi pembayaran pajak.

‎Tak hanya itu, Pemkab Blora juga berencana mendirikan kantor Samsat di wilayah Randublatung agar masyarakat Blora Selatan lebih mudah mengurus administrasi kendaraan bermotor.

‎Sebagai informasi, Desa Nglebak dikenal sebagai salah satu sentra pertanian tebu di Kecamatan Kradenan. Sebagian besar warga menggantungkan hidup dari sektor tersebut, ditopang dengan peternakan sapi sebagai sumber ekonomi tambahan. Kondisi infrastruktur jalan yang memadai dinilai sangat penting untuk mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian dan peternakan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita