Menu

Mode Gelap
Pemuda di Blora Tusuk Lawannya Usai Cekcok Dipicu Saling Ejek Polres Blora Gelar Gerakan Pangan Murah, Warga Serbu Beras dan Minyak Goreng Murah di Bulan Ramadan Rumah Kayu Milik Petani di Jiken Blora Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp53 Juta Kuasa Hukum Cimut Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan di Ngawen Blora Kejari Rembang Gelar Pasar Murah Jelang Ramadan, Ratusan Paket Sembako Ludes dalam Sejam ‎ Warga Nglobo Hadang Truk Rig, Jalan Rusak dan Insiden Terserempet Picu Protes

Berita

Tanah Bergerak di Dukuh Guyangan Gegerkan Warga, Puluhan Bangunan Rusak Parah

badge-check


					Tanah Bergerak di Dukuh Guyangan Gegerkan Warga, Puluhan Bangunan Rusak Parah Perbesar

Klikjateng, Pati – Pergerakan tanah yang terjadi di Dukuh Guyangan, Desa Purworejo, Kecamatan Pati Kota, menggegerkan warga setempat. Fenomena ini menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan, dengan tiga rumah di antaranya hampir roboh.

“Ya, benar kejadian tanah bergerak ini terjadi sejak Jumat dan hingga hari ini (Minggu) kondisinya semakin parah,” ungkap Camat Pati Kota, Didik Rudirtono.

Lokasi pergerakan tanah berada di bantaran Sungai Silugonggo, tepatnya dari lampu merah menuju arah Jembatan Kali Sampang. Akibat kejadian ini, sebanyak 21 bangunan rumah dan toko mengalami kerusakan, dengan tiga rumah mengalami kerusakan parah hingga hampir roboh.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah bangunan mengalami keretakan pada dinding dan lantai. Beberapa lantai rumah bahkan mengalami retakan yang cukup lebar, hingga mencapai kurang lebih 10 sentimeter. Tanah di sekitar lokasi juga terlihat retak dengan lebar bervariasi.

Pemerintah Desa Purworejo telah mengambil langkah-langkah darurat untuk menangani situasi ini, termasuk mengevakuasi korban yang terdampak. Selain itu, rapat koordinasi penanggulangan bencana juga telah dilakukan bersama berbagai pihak, seperti BBWS Pemali Juana, tim pelaksana dan pengawas bendung karet, TNI, Polri, camat, dan keluarga korban terdampak bencana.

“Hasil rapat koordinasi menunjukkan bahwa penyebab pergerakan tanah ini adalah penurunan tanah akibat dampak kekeringan, yang mengakibatkan debit air menurun 1,5 meter dari titik normal ketika kondisi air laut stabil,” jelas Didik.

Untuk mengatasi masalah ini, langkah darurat yang diambil adalah meminta penggelontoran air secepatnya dari bendung Wilalung atau Kedungombo. Pemerintah juga mengimbau pemilik rumah dan kios untuk segera mengosongkan bangunan dan tidak tinggal di sana, guna mencegah terjadinya korban jiwa.

Pergerakan tanah ini terus diawasi secara ketat oleh pihak terkait, sementara warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan dari pemerintah setempat.

(Ag/TM)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita