Menu ✖

Mode Gelap
Bupati Blora Ajak Alumni dan Diaspora Pulang Kampung, Bersama Bangun Daerah Blora Go Organik, Bupati Gandeng IPB Perkuat Pasar Beras Organik Petani Gondel ILUSA Salurkan 408 Tangki Air Bersih di Blora, Budhe Rini Dorong Solusi Jangka Panjang ‎ Pemkab Rembang Siapkan Rp800 Juta untuk Benahi Stadion Krida dan Bangun Asrama Atlet Sarif Abdillah Minta PKB Blora Tak Sekadar Kejar Kursi, tapi Menang di Hati Rakyat Ribuan Penari Meriahkan BCF 2026 di Goa Terawang, Blora Bidik Karisma Event Nusantara

Berita

Ribuan Penari Meriahkan BCF 2026 di Goa Terawang, Blora Bidik Karisma Event Nusantara

badge-check


					Ribuan Penari Meriahkan BCF 2026 di Goa Terawang, Blora Bidik Karisma Event Nusantara Perbesar

Klikjateng, BLORA – Ribuan penari tayub memeriahkan gelaran Blora Culture Festival (BCF) III di Goa Terawang Ecopark, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Sabtu (10/10/2026). Festival ini tidak hanya menjadi panggung pelestarian seni tradisional, tetapi juga diharapkan mampu mendongkrak pariwisata dan menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat.

‎

‎Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, mengatakan seni tayub merupakan tradisi yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat Blora. Melalui BCF 2026, pemerintah daerah ingin menjaga warisan budaya sekaligus memperkenalkan potensi wisata daerah kepada masyarakat luas.

‎

‎“Kita tahu bahwa seni tayub ini sudah melekat dalam kehidupan kita. Seni tradisi ini, kalau ada orang punya kerja di desa-desa, biasanya nanggap tayub. Sekarang alhamdulillah, para pelajar kita keren-keren semua, sore hari ini sudah akan tampil,” kata Arief saat memberikan sambutan.

‎

‎Menurutnya, BCF menjadi wujud komitmen Pemkab Blora dalam melestarikan kesenian tradisional agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.

‎

‎Arief berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat hubungan antara sektor kebudayaan, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

‎

‎“Kita berharap dengan adanya Blora Culture Festival ini menunjukkan bahwa budaya kita, pariwisata kita berjalan beriringan, dan sekaligus kita bisa menggerakkan juga sektor UMKM dan sektor ekonomi yang ada di Kabupaten Blora,” ujarnya.

‎

‎Blora Bidik Karisma Event Nusantara

‎

‎Pemkab Blora juga berharap Blora Culture Festival dapat memenuhi kriteria untuk masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN), program Kementerian Pariwisata yang mendorong pengembangan dan promosi berbagai event unggulan di Indonesia.

‎

‎Arief menegaskan, target tersebut membutuhkan persiapan matang, konsistensi penyelenggaraan, serta dukungan berbagai pihak agar BCF semakin berkualitas dan memiliki daya tarik lebih luas.

‎

‎Pemkab Blora juga memperkuat sinergi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah serta Forum Komunikasi Desa Wisata Jawa Tengah untuk memperluas jejaring promosi pariwisata.

‎

‎“Jadi butuh persiapan, konsistensi, agar promosi yang kita lakukan ini bisa kita dukung bersama-sama,” ungkapnya.

‎

‎Ia juga menyampaikan apresiasi kepada ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang menjadi sponsor utama BCF 2026, beserta seluruh pihak yang turut mendukung penyelenggaraan festival tersebut.

‎

‎Arief bahkan membuka peluang untuk meningkatkan jumlah peserta pada penyelenggaraan tahun berikutnya.

‎

‎“Ini menginspirasi untuk kita semuanya. Ini tadi saya membisiki Bu DPR RI, kalau di tahun ini, tahun ketiga, jumlahnya 1.000 penari, jadi tahun depan kalau mau ditingkatkan bisa 10.000, ini lebih bagus, tinggal anggarannya ini,” katanya.

‎

‎Tayub Berpadu dengan Barongan hingga Tari Prajurit Suro ing Jipang

‎

‎Mengusung tema “Gatra Cacana Jaya Kerta Bhumi”, BCF 2026 menghadirkan kolaborasi berbagai kesenian tradisional khas Blora dalam satu panggung kebudayaan.

‎

‎Ribuan penari dengan kostum berwarna-warni memenuhi pelataran Goa Terawang Ecopark. Mereka bergerak serempak mengikuti irama musik tayub di bawah arahan seniman tayub senior Blora.

‎

‎Tidak hanya tayub, festival ini juga memadukan kesenian Barongan, Jedoran, serta Tari Prajurit Suro ing Jipang. Kolaborasi tersebut menjadi upaya mempertemukan berbagai komunitas seni sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Blora kepada para pengunjung.

‎

‎Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Blora, Yeti Romdonah, menyampaikan kebanggaannya atas terselenggaranya BCF 2026. Menurutnya, konsep kolaborasi memberikan ruang bagi berbagai kelompok seni untuk tampil bersama dan memperkuat identitas budaya daerah.

‎

‎Konsep tersebut juga menjadikan Goa Terawang Ecopark sebagai ruang perjumpaan antara seni tradisional dan potensi wisata alam Kabupaten Blora.

‎

‎Sejumlah pejabat dan tamu undangan turut meramaikan acara, di antaranya Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, Ketua DPRD Blora Mustopa, Anggota DPR RI Eva Monalisa, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Niken Mayasari, Ketua TP PKK Ainia Shalichah, jajaran Forkopimda, perwakilan SKK Migas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

‎

‎Perwakilan perguruan tinggi, mahasiswa PEM Akamigas Cepu dari berbagai negara, dan pengelola sektor kehutanan juga hadir dalam kegiatan tersebut.

‎

‎Suasana semakin meriah ketika para tamu undangan ikut mengalungkan sampur dan berjoget bersama para penari serta masyarakat.

‎

‎Kolaborasi Budaya dan Desa Wisata

‎

‎Rangkaian BCF 2026 juga disandingkan dengan Pertemuan Forum Komunikasi Desa Wisata ke-35 se-Jawa Tengah.

‎

‎Pertemuan yang berlangsung mulai Jumat (9/10/2026) tersebut melibatkan sekitar 150 hingga 200 pengelola desa wisata dan perwakilan dinas pariwisata dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah.

‎

‎Para peserta berkumpul dan menginap di Desa Tinapan sebelum mengikuti rangkaian kegiatan di Goa Terawang Ecopark pada hari berikutnya.

‎

‎Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi pengelola desa wisata untuk bertukar pengalaman, memperkuat jejaring, dan berbagi strategi pengembangan destinasi wisata di daerah masing-masing.

‎

‎Melalui perpaduan festival budaya dan pertemuan pengelola desa wisata, Blora berupaya memperluas promosi destinasi sekaligus memperkuat kolaborasi antardaerah.

‎

‎Pemkab Blora berharap BCF dapat berkembang menjadi agenda unggulan yang memberikan manfaat lebih luas, mulai dari pelestarian seni tradisional, peningkatan kunjungan wisatawan, hingga terbukanya peluang usaha bagi pelaku UMKM.

‎

‎Dengan dukungan pemerintah, komunitas seni, dunia usaha, dan masyarakat, Blora Culture Festival diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif sekaligus memperkuat kebanggaan terhadap budaya lokal.

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita