Menu

Mode Gelap
Remaja 18 Tahun Nyaris Lompat dari Jembatan Kali Lusi Blora, Aksi Berhasil Digagalkan ‎ Dua Mobil Terlibat Kecelakaan di Randublatung Blora, Tidak Ada Korban Luka Sebelum Tertibkan Masyarakat, Kelengkapan Personel Ops Keselamatan Candi Polres Blora Diperiksa HUT ke-18 Gerindra, DPC Blora Pilih Bakti Sosial dan Perkuat Program Kerakyatan Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Embung Nglaroh Blora Saat Mandi Bersama Teman Danrem 073/Makutarama Pimpin Sertijab Dandim Salatiga dan Blora

Berita

Remaja 18 Tahun Nyaris Lompat dari Jembatan Kali Lusi Blora, Aksi Berhasil Digagalkan ‎

badge-check


					Remaja 18 Tahun Nyaris Lompat dari Jembatan Kali Lusi Blora, Aksi Berhasil Digagalkan ‎ Perbesar

Klikjateng, Blora – Seorang remaja perempuan nyaris mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari Jembatan Kali Lusi, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Bangkle, Kecamatan Blora, pada Sabtu (7/2/2026) malam.

‎Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Beruntung, aksi nekat korban berhasil digagalkan berkat kesigapan warga di sekitar lokasi serta respons cepat petugas Polsek Blora.

‎Kapolsek Blora, AKP Nur Dwi Edie Wurdiyanto, membenarkan adanya peristiwa percobaan bunuh diri tersebut. Korban diketahui berinisial DDA (18), warga Kecamatan Japah, Kabupaten Blora.

‎“Korban berhasil diamankan dalam keadaan selamat dan telah diberikan penanganan awal,” ujar AKP Nur Dwi Edie.

‎Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula saat dua saksi, Lintang Mlati Sukma dan Kuni Altofunnisa, melihat korban dalam kondisi menangis di atas jembatan. Tak lama kemudian, korban mencoba menaiki pagar jembatan dan diduga hendak melompat ke sungai.

‎Melihat situasi tersebut, kedua saksi panik dan berupaya mencari bantuan dengan menghentikan kendaraan yang melintas. Salah satu saksi juga memanggil saudaranya yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.

‎“Korban kemudian berhasil dibujuk dan dibawa ke rumah saudara saksi untuk ditenangkan sambil menunggu petugas kepolisian datang,” jelas Kapolsek.

‎Petugas Polsek Blora yang dipimpin Kanit Reskrim bersama Kepala SPKT segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan melalui layanan darurat 110. Polisi kemudian mengamankan korban dan meminta keterangan dari para saksi.

‎Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami depresi yang diduga dipicu oleh permasalahan keluarga.

‎“Korban saat ini dalam kondisi aman. Kami mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama apabila melihat tanda-tanda seseorang mengalami gangguan psikologis,” tambahnya.

‎Pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari mendatangi tempat kejadian perkara, mengamankan korban, mencatat keterangan saksi, hingga melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita