Menu

Mode Gelap
Ribuan Petani Tebu Blora Aksi “Nagih Janji Bulog”, Ancam Bawa Massa ke Jakarta Nenek Hilang di Sungai Wulung Ditemukan Meninggal, Tim Gabungan Lakukan Pencarian 24 Jam Bahu Jalan Blora–Randublatung Longsor, Polisi Pasang Pembatas dan Imbau Pengendara Waspada DPRD Blora Setujui Dua Ranperda, Fokus Ekonomi Kreatif dan Penanganan Permukiman Kumuh APTRI Blora Siapkan Aksi Damai Ribuan Petani Tebu, Tagih Janji Dirut Bulog ‎Lansia Hilang Lima Hari di Todanan Ditemukan Meninggal di Kawasan Hutan ‎

Berita

Pemkab Blora Gelar Rakor POK, Bupati Tekankan Pencegahan Korupsi dan Tata Kelola Bersih

badge-check


					Pemkab Blora Gelar Rakor POK, Bupati Tekankan Pencegahan Korupsi dan Tata Kelola Bersih Perbesar

Klikjateng, Blora — Pemerintah Kabupaten Blora menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) perangkat daerah di Pendopo Kabupaten Blora, Selasa (31/3/2026). Rapat ini diikuti seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat se-Kabupaten Blora.

‎Kegiatan dipimpin langsung oleh Bupati Blora, Arief Rohman, didampingi Wakil Bupati Sri Setyorini serta Sekretaris Daerah Komang Gede Irawadi.

‎Dalam rakor tersebut, Bupati menekankan pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih serta upaya pencegahan korupsi. Hal ini merupakan tindak lanjut arahan Pemerintah Provinsi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi dalam forum koordinasi kepala daerah se-Jawa Tengah.

‎Bupati Arief Rohman meminta seluruh jajaran OPD untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pelanggaran, khususnya pada aspek perencanaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, serta pengisian jabatan.

‎“Area rawan harus diantisipasi sejak dini. Jangan sampai terjadi di Kabupaten Blora,” tegasnya.

‎Ia juga menegaskan bahwa pengisian jabatan harus mengedepankan sistem merit dan bebas dari praktik jual beli jabatan. Proses tersebut harus dilakukan secara transparan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

‎“Silakan kepala OPD jika ada bawahan yang berprestasi diusulkan melalui Baperjakat. Nantinya akan ada seleksi terbuka dan kemungkinan rotasi jabatan,” jelasnya.

‎Selain itu, perencanaan pembangunan juga menjadi perhatian dalam rakor tersebut. Pemerintah daerah diminta memastikan sinkronisasi program, termasuk mengakomodasi pokok-pokok pikiran DPRD agar selaras dengan kebutuhan masyarakat dan prioritas pembangunan daerah.

‎Mengacu pada penguatan pengawasan oleh KPK, terdapat tiga sektor utama yang menjadi fokus, yakni perencanaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, serta praktik jual beli jabatan. KPK juga menekankan pentingnya integritas aparatur dan pengawasan berkelanjutan guna mencegah korupsi.

‎Bupati dan Wakil Bupati juga menyatakan komitmennya untuk menciptakan kondisi daerah yang aman dan kondusif melalui penguatan harmonisasi antarunsur pemerintahan serta peningkatan sistem pengawasan internal.

‎Sementara itu, Sekda Komang Gede Irawadi mengungkapkan bahwa Badan Pemeriksa Keuangan akan melakukan pemeriksaan laporan keuangan pemerintah daerah pada April 2026.

‎“Seluruh OPD diminta mempersiapkan dokumen secara optimal,” ujarnya.

‎Sekda juga menambahkan bahwa KPK menekankan pendekatan pencegahan melalui sosialisasi, monitoring, serta pengawasan berkelanjutan guna membangun budaya antikorupsi di lingkungan pemerintah daerah.

‎Sebelum rakor digelar, kegiatan diawali dengan pelepasan purna tugas Kepala Bapperida Blora A. Mahbub Djunaidi dan Camat Kunduran Suharto. Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas dedikasi keduanya selama bertugas.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita