Menu

Mode Gelap
Ribuan Petani Tebu Blora Aksi “Nagih Janji Bulog”, Ancam Bawa Massa ke Jakarta Nenek Hilang di Sungai Wulung Ditemukan Meninggal, Tim Gabungan Lakukan Pencarian 24 Jam Bahu Jalan Blora–Randublatung Longsor, Polisi Pasang Pembatas dan Imbau Pengendara Waspada DPRD Blora Setujui Dua Ranperda, Fokus Ekonomi Kreatif dan Penanganan Permukiman Kumuh APTRI Blora Siapkan Aksi Damai Ribuan Petani Tebu, Tagih Janji Dirut Bulog ‎Lansia Hilang Lima Hari di Todanan Ditemukan Meninggal di Kawasan Hutan ‎

Berita

Nenek Hilang di Sungai Wulung Ditemukan Meninggal, Tim Gabungan Lakukan Pencarian 24 Jam

badge-check


					Nenek Hilang di Sungai Wulung Ditemukan Meninggal, Tim Gabungan Lakukan Pencarian 24 Jam Perbesar

Klikjateng, Blora — Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri akhirnya berhasil menemukan jasad R (74), seorang nenek yang sebelumnya dilaporkan hilang tenggelam di Sungai Wulung, Desa Gondel, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (2/4/2026) pagi, setelah pencarian intensif selama 24 jam.

‎Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kasi Humas AKP Midiyono membenarkan penemuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB di aliran sungai wilayah Desa Gondel, sekitar 2 kilometer dari titik awal korban terakhir terlihat.

‎“Setelah dilakukan pencarian dan penyisiran oleh tim BPBD dan Basarnas selama kurang lebih 24 jam, korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi oleh petugas,” ujar AKP Midiyono.

‎Berdasarkan kronologi, korban diketahui berada di pinggiran sungai pada Selasa (31/3/2026) malam. Keesokan harinya, Rabu (1/4/2026) pagi, saksi sempat membujuk korban untuk pulang ke rumah, namun korban menolak. Saat saksi kembali ke lokasi sekitar pukul 10.30 WIB, korban sudah tidak ditemukan.

‎Dari keterangan warga, korban diketahui memiliki riwayat gangguan mental serta gangguan penglihatan (katarak). Bahkan, korban disebut beberapa kali mencoba turun ke dasar sungai, namun sebelumnya berhasil dicegah oleh warga.

‎“Korban diketahui sudah pikun dan mengalami gangguan mental. Selain itu, kondisi arus sungai saat kejadian juga cukup deras,” tambahnya.

‎Tim medis dari Puskesmas Ketuwan yang melakukan pemeriksaan luar memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

‎“Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban meninggal dunia murni akibat tenggelam. Tidak ada tanda kekerasan. Setelah proses evakuasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak desa untuk dimakamkan,” jelas AKP Midiyono.

‎Proses pencarian dan evakuasi melibatkan berbagai unsur, di antaranya Polsek Kedungtuban, Koramil, BPBD Blora, Basarnas, Satpol PP, tenaga kesehatan, serta perangkat desa setempat.

‎Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengawasi anggota keluarga yang memiliki kondisi kesehatan khusus, guna mencegah kejadian serupa terulang.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita