Klikjateng, Blora – Jembatan Presisi Merah Putih yang berada di Dukuh Pojok, Desa Jetakwanger, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, dipastikan siap diresmikan pada Rabu sore (12/2/2026). Jembatan tersebut dibangun secara swadaya sebagai bentuk kepedulian terhadap akses vital masyarakat desa.
Kapolsek Ngawen, AKP Lilik Eko Sukaryono, menyampaikan bahwa seluruh proses perbaikan hingga finishing jembatan telah dipersiapkan secara maksimal menjelang peresmian.
“Untuk hari Rabu nanti kita sudah siapkan semuanya. Mulai dari perbaikan sampai finishing, insyaallah hari ini selesai semua. Rencana peresmian hari Rabu sore,” ujar AKP Lilik saat ditemui, Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan, jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 8 meter dengan lebar 2,6 meter.
Terkait pengamanan peresmian, AKP Lilik memastikan pihaknya akan melakukan pengamanan maksimal. Namun, tidak akan dilakukan rekayasa lalu lintas karena jalur tersebut merupakan jalan sempit.
“Untuk kendaraan roda dua masih bisa melintas. Kalau roda empat kita arahkan lewat Sumberjo tembus ke Jetakwanger. Aman untuk lalu lintas,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan Jembatan Presisi Merah Putih ini sangat strategis karena menjadi penghubung antar dukuh, mulai dari Desa Sumberjo, Dukuh Pojok, hingga ke wilayah Jetakwanger dan Rowobungkul. Jembatan ini juga dapat difungsikan sebagai jalur alternatif apabila jalur utama mengalami kendala.
“Untuk keamanan insyaallah aman. Ini jembatan penghubung antar dukuh dan bisa digunakan sebagai jalur alternatif,” imbuhnya.
Kapolsek Ngawen juga mengimbau masyarakat agar turut menjaga dan merawat jembatan tersebut setelah diresmikan.
“Dulu kondisi jembatan ini gelap dan kurang tertata. Sekarang sudah rapi dan bagus. Tinggal bagaimana kita bersama-sama merawatnya, termasuk peran pemerintah desa,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Desa Jetakwanger, Suyono, menyampaikan bahwa jembatan tersebut merupakan akses utama warga Dukuh Pojok, khususnya untuk menuju sekolah dan aktivitas sehari-hari.
“Jembatan Dukuh Pojok ini adalah satu-satunya akses warga, termasuk akses ke sekolah SD, TK, PAUD, serta akses pertanian dan antar dukuh,” kata Suyono.
Ia menjelaskan, sebelumnya jembatan dalam kondisi rusak dan sayap jembatan mengalami longsor akibat banjir, sehingga sangat membutuhkan perbaikan.
“Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolres Blora yang telah membangun Jembatan Presisi ini. Sekarang akses lalu lintas dan kegiatan warga bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Suyono menambahkan, pembangunan jembatan ini melibatkan kolaborasi antara Polres Blora, Polsek Ngawen, pemerintah desa, serta partisipasi aktif masyarakat.
“Warga ikut menyumbangkan tenaga. Ini bentuk kolaborasi yang sangat baik demi kepentingan bersama,” pungkasnya.






