Menu

Mode Gelap
Pemuda di Blora Tusuk Lawannya Usai Cekcok Dipicu Saling Ejek Polres Blora Gelar Gerakan Pangan Murah, Warga Serbu Beras dan Minyak Goreng Murah di Bulan Ramadan Rumah Kayu Milik Petani di Jiken Blora Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp53 Juta Kuasa Hukum Cimut Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan di Ngawen Blora Kejari Rembang Gelar Pasar Murah Jelang Ramadan, Ratusan Paket Sembako Ludes dalam Sejam ‎ Warga Nglobo Hadang Truk Rig, Jalan Rusak dan Insiden Terserempet Picu Protes

Berita

Dinsos Blora Dirikan Dapur Umum dan Kawal Distribusi Bantuan Banjir

badge-check


					Dinsos Blora Dirikan Dapur Umum dan Kawal Distribusi Bantuan Banjir Perbesar

Klikjateng, Blora – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora turut bergerak cepat dalam masa tanggap darurat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah sejak 19 Mei 2025 lalu. Langkah-langkah penanganan darurat seperti pendirian dapur umum, pendistribusian logistik, hingga pendataan korban terus dilakukan dengan melibatkan berbagai elemen.

Kepala Dinsos P3A Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah lokasi terdampak di empat kecamatan utama. “Kemarin kita turun ke lapangan di Kecamatan Kradenan, Kedungtuban, Cepu, dan Blora. Hari ini, Jumat (23/05/2025), tim kami lanjut ke Randublatung, Menden, dan Jepon,” jelas Luluk.

Distribusi Bantuan Logistik Bersama BPBD

Terkait pendistribusian bantuan logistik, Luluk menyampaikan bahwa koordinasi dilakukan secara ketat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora. “Distribusi bantuan logistik kita serahkan ke BPBD untuk pembagian berdasarkan tinjauan dan verifikasi lapangan yang dilakukan oleh mereka. Hal ini untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan merata,” ujarnya.

Dapur Umum Layani Ribuan Warga

Salah satu langkah konkret Dinsos adalah pendirian dapur umum di Desa Mojorembun, Kecamatan Kradenan, yang merupakan salah satu wilayah terparah terdampak banjir. Dapur umum tersebut mampu melayani hingga 1.200 porsi makanan setiap harinya.

“Pendirian dapur umum ini sesuai arahan dari BPBD. Kami libatkan Tagana, TKSK, relawan, masyarakat desa, serta unsur TNI dan Polri dalam pengelolaannya,” kata Luluk.

Untuk menjamin keberlangsungan operasional dapur umum, Dinsos memanfaatkan anggaran dari APBD Kabupaten Blora dan Kemensos. Jika terjadi kekurangan, pihaknya akan berkoordinasi untuk mendapatkan dukungan tambahan. “Bila stok menipis, bantuan akan datang dari Sentra Margo Laras dan juga dapur umum dari kabupaten terdekat,” tambahnya.

Kolaborasi dan Sinergi

Luluk menegaskan bahwa penanganan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi perlu kolaborasi semua pihak. “Kami apresiasi atas partisipasi semua pihak yang telah ikut membantu. Baik relawan, warga, maupun aparat yang turut meringankan beban warga terdampak,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita