Klikjateng, Blora – Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Kesehatan terus menunjukkan komitmen dalam menekan angka stunting dan mengatasi kasus gizi buruk. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Edi Widayat, menyampaikan bahwa penanganan stunting kini menjadi program rutin yang dijalankan secara berkelanjutan di seluruh wilayah.
“Stunting sudah masuk program rutin. Setiap bulan kita tetap melakukan penimbangan balita untuk memantau tumbuh kembang mereka. Dari situ bisa terlihat apakah berat badan naik atau turun, juga pertambahan tinggi badan,” jelas Edi. Senin (1/9/2025).
Untuk mendukung program ini, Dinas Kesehatan mengoptimalkan anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), yang di antaranya dialokasikan untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal. Selain itu, Dana Desa juga dilibatkan dalam penanganan gizi buruk, kurang gizi, hingga pencegahan stunting.
“Semua pihak terlibat, baik dari dana pusat maupun desa, agar anak-anak kita mendapatkan perhatian sejak dini. Kalau ada kasus gizi buruk, langsung kita tangani dengan kolaborasi lintas sektor,” tambahnya.
Edi juga berpesan kepada masyarakat agar menjaga pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan.
“Harapan saya, masyarakat selalu menjaga kondisi tubuh agar tetap kuat. Pola makan harus dijaga, aktivitas fisik dilakukan secara rutin, sehingga kesehatan tetap terpelihara,” pesannya.
Dengan sinergi berbagai program, Pemkab Blora optimistis angka stunting dapat terus ditekan demi mewujudkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.






