Menu

Mode Gelap
Motor Tabrak Truk Parkir, Satu Korban Jiwa di Jalan Blora–Randublatung Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa

Berita

Dinas Kesehatan Blora Dukung Program Speling Gubernur Jateng, Puluhan Desa Jadi Sasaran Layanan Dokter Spesialis

badge-check


					Dinas Kesehatan Blora Dukung Program Speling Gubernur Jateng, Puluhan Desa Jadi Sasaran Layanan Dokter Spesialis Perbesar

Klikjateng, Blora – Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Kesehatan terus meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satunya dengan mendukung penuh program Speling (Spesialis Keliling) yang digagas oleh Gubernur Jawa Tengah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Edi Widayat, menjelaskan bahwa dalam program ini setiap desa akan mendapatkan layanan minimal tiga dokter spesialis, yakni spesialis anak, kandungan (obstetri), dan jiwa. Program ini dilaksanakan mulai Mei hingga Desember 2025 secara terjadwal di 41 desa di Kabupaten Blora.

“Blora dapat jatah 41 desa. Kegiatan ini berjalan sejak Mei dan sudah dilaksanakan di berbagai wilayah, dari Bogorejo sampai Banjarejo. Pelaksanaannya bekerja sama dengan seluruh rumah sakit negeri maupun swasta, puskesmas, dan pihak desa. Dari provinsi, rumah sakit Moewardi Solo menjadi pendamping,” ungkap Edi Widayat. Senin (1/9/2025).

Dalam teknisnya, setiap posko penanganan ditangani bergantian oleh rumah sakit yang ada di Blora. Misalnya, di Bogorejo ditangani oleh RSUD Blora, sedangkan di Kunduran oleh RS PKU Muhammadiyah. Pihak desa bersama puskesmas bertanggung jawab menyediakan tempat, konsumsi, serta pengerahan masyarakat.

Antusiasme warga terhadap program ini disebut cukup tinggi. “Di lapangan, rata-rata warga yang hadir untuk diperiksa bisa mencapai lebih dari 150 orang,” jelasnya.

Ia menegaskan, program Speling memberikan manfaat besar karena masyarakat dapat langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis. “Contohnya ibu hamil, bisa diperiksa oleh spesialis kandungan. Jika ditemukan kasus yang tidak bisa ditangani di tempat, tetap akan dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap,” tambahnya.

Selain mendukung Speling, Dinas Kesehatan Blora juga terus meningkatkan pelayanan kesehatan secara merata. Edi menyebut, saat ini terdapat 26 puskesmas yang buka 24 jam.

“Tahun ini kita juga membangun tiga pos kesehatan terpadu (Postu) baru di wilayah Pandaan, Klokah, dan Randublatung. Saat ini Blora memiliki 53 puskesmas pembantu, dan tahun ini akan ada tambahan tiga lagi,” terang Edi.

Dengan langkah ini, Edi berharap masyarakat semakin mudah mendapatkan akses layanan kesehatan, baik dasar maupun lanjutan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita