Klikjateng, Blora – Kunjungan Bupati Blora Arief Rohman bersama Wakil Bupati Sri Setyorini ke Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Rabu (18/3/2026) lalu, menjadi perhatian publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Arief Rohman menegaskan bahwa kehadirannya bukan untuk membuat konten, melainkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus memberikan bantuan nyata kepada masyarakat.
“Saya datang ke Nglebak tidak semata-mata untuk ngonten. Saya memberi apresiasi dan juga menyerahkan bantuan. Saya bantu semen 300 sak dan perintahkan OPD membantu grosok,” tegasnya, Rabu (25/3/2026).
Diketahui, kunjungan tersebut dilakukan setelah viralnya aksi gotong royong warga yang memperbaiki jalan rusak secara swadaya melalui media sosial TikTok di akun Nglebak Official.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati bersama rombongan berkeliling kampung dengan berjalan kaki untuk melihat langsung pembangunan jalan rabat beton di ruas Menden–Megeri dan Getas–Kalikangkung.
Saat berdialog dengan warga, Arief Rohman langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum untuk mengirimkan material tanah grosok guna mengurug bahu jalan sebagai dukungan terhadap upaya swadaya masyarakat.
Perbaikan jalan di Desa Nglebak dilakukan melalui sistem urunan. Warga menyumbangkan material seperti semen dan pasir, bantuan dana, tenaga kerja, hingga konsumsi. Pengerjaan dilakukan setiap hari secara bergantian dari sore hingga malam.
Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono, mengapresiasi kehadiran Bupati dan menegaskan bahwa kunjungan tersebut membawa dampak nyata bagi pembangunan desa.
“Pak Bupati datang diundang oleh pemerintah desa, dan beliau juga membawa bantuan. Ada bantuan semen dan material grosok untuk perbaikan jalan,” jelasnya.
Ia menambahkan, gerakan gotong royong ini berawal dari rapat RT di Dusun Kalikangkung yang kemudian disepakati menjadi pembangunan swadaya. Seluruh bantuan dikelola secara transparan oleh perangkat desa.
Usai peninjauan, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama, salat tarawih berjamaah, serta penyaluran santunan anak yatim melalui Baznas.
Dalam kesempatan itu, Bupati Arief Rohman juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas masih adanya jalan rusak yang belum tertangani. Ia mengakui bahwa infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.
Selain itu, ia menginstruksikan Dinas PMD agar model gotong royong di Desa Nglebak dapat dijadikan percontohan bagi desa lain di Kabupaten Blora.
Ke depan, Pemkab Blora berkomitmen mengupayakan perbaikan jalan melalui anggaran perubahan 2026 atau paling lambat pada 2027. Bahkan, Bupati juga akan mengupayakan dukungan pendanaan dari program Inpres Jalan Daerah (IJD).
“Saya akan mengupayakan agar jalan di Nglebak bisa mendapat dana IJD,” tandasnya.
Tak hanya itu, kawasan Nglebak dan Megeri juga direncanakan menjadi pusat perekonomian baru, seiring adanya Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah tersebut.
Sebagai informasi, Desa Nglebak dihuni sekitar 3.000 jiwa dengan lebih dari 1.300 kepala keluarga. Aktivitas ekonomi warga sebagian besar bergerak di sektor pertanian tebu dan peternakan sapi.
Namun, mobilitas warga lebih banyak mengarah ke wilayah Ngawi karena jarak yang lebih dekat, yakni sekitar 10 kilometer dengan waktu tempuh 30 menit. Sementara menuju pusat Kota Blora mencapai sekitar 55 kilometer dengan waktu tempuh hingga dua jam.
Kondisi tersebut menjadikan pembangunan infrastruktur jalan sebagai kebutuhan mendesak untuk mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian serta meningkatkan konektivitas wilayah.






