Menu

Mode Gelap
Pemuda di Blora Tusuk Lawannya Usai Cekcok Dipicu Saling Ejek Polres Blora Gelar Gerakan Pangan Murah, Warga Serbu Beras dan Minyak Goreng Murah di Bulan Ramadan Rumah Kayu Milik Petani di Jiken Blora Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp53 Juta Kuasa Hukum Cimut Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan di Ngawen Blora Kejari Rembang Gelar Pasar Murah Jelang Ramadan, Ratusan Paket Sembako Ludes dalam Sejam ‎ Warga Nglobo Hadang Truk Rig, Jalan Rusak dan Insiden Terserempet Picu Protes

Berita

Penglepasan Lulusan dan Sumpah Profesi Bidan 2024: Cetak Bidan Profesional di Kabupaten Blora

badge-check


					Penglepasan Lulusan dan Sumpah Profesi Bidan 2024: Cetak Bidan Profesional di Kabupaten Blora Perbesar

Klikjateng, Blora – Sebanyak puluhan lulusan dari Program Studi Kebidanan Blora, Program Diploma Tiga, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Semarang resmi diwisuda dalam acara penglepasan dan sumpah profesi bidan tahun 2024. Acara yang digelar pada Selasa (24/09/2024) di Pendapa Rumah Dinas Bupati Blora ini berlangsung dengan khidmat, menandai momen penting bagi para lulusan yang siap terjun menjadi tenaga kesehatan profesional.

Sumpah profesi yang diikuti para bidan baru tersebut tidak hanya menjadi formalitas, tetapi juga merupakan tanda komitmen untuk menjalankan tugas mereka sesuai dengan kode etik dan standar profesi kebidanan.

Pengalaman dan Tantangan: Kisah Inspiratif Maria Wanda Permana

Salah satu lulusan yang turut dalam acara tersebut, Maria Wanda Permana (21), menyampaikan rasa syukur dan bangganya setelah melalui perjalanan panjang sebagai mahasiswa kebidanan. Dalam wawancara usai acara, Maria membagikan pandangannya tentang arti penting pengalaman, tidak hanya dari segi akademik, tetapi juga keterlibatan dalam berbagai organisasi di tingkat kabupaten hingga nasional.

“Untuk menjadi bidan profesional, tidak cukup hanya mengandalkan akademik. Pengalaman dari organisasi dan kegiatan di luar kampus juga sangat membantu dalam membentuk diri saya. Bertemu dengan banyak orang hebat selama proses pendidikan, baik dosen, mentor, maupun rekan sejawat, memberikan pelajaran yang sangat berharga,” ungkap Maria.

Ia menambahkan bahwa sumpah profesi bidan adalah momen yang sangat sakral dan berkesan baginya. “Perasaan saya sangat senang sekali. Sumpah profesi ini bukan sekadar pelantikan biasa, tetapi lebih dari itu, kami disumpah di bawah agama masing-masing, yang tentunya memberi makna lebih dalam. Kami berharap sumpah ini menjadi titik awal bagi kami untuk terus berkomitmen menjadi bidan profesional.”

Ketika ditanya mengenai tantangan yang akan dihadapi ke depan, Maria mengakui bahwa persaingan di dunia kerja adalah tantangan terbesar. “Kami harus siap bertarung dengan seluruh bidan di Indonesia. Tidak hanya di Blora atau Jawa Tengah, tetapi juga dengan bidan dari provinsi-provinsi lain seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan daerah-daerah lain. Tantangannya adalah bagaimana kami bisa bersaing dalam mendapatkan pekerjaan dan membuktikan kompetensi kami di lapangan,” jelasnya.

Motivasi untuk Generasi Berikutnya

Sebagai lulusan yang telah melewati berbagai pengalaman, Maria juga memberikan pesan motivasi kepada para juniornya yang masih menjalani pendidikan kebidanan. Ia menekankan pentingnya memiliki semangat belajar yang tinggi, baik di bidang akademik maupun kegiatan non-akademik. “Adik-adik harus serius belajar, tapi jangan lupa untuk aktif berorganisasi. Menjadi bidan profesional itu tidak hanya dilihat dari nilai akademik, tetapi juga dari bagaimana kita bisa membangun relasi dan menambah pengalaman melalui perlombaan dan kegiatan lainnya,” tuturnya.

Saat ini, Maria telah mendapatkan pekerjaan di Desa Pelem, Kabupaten Blora. Ia merasa beruntung karena memiliki jaringan relasi yang kuat di wilayah tersebut, yang memungkinkannya memperoleh kesempatan kerja lebih cepat. “Puji Tuhan, relasi yang saya bangun selama ini cukup kuat, dan saya berharap ke depannya bisa bekerja di instansi pemerintahan di Kabupaten Blora,” katanya penuh harapan.

Prestasi dan Perjuangan Selama Pendidikan

Selama tiga tahun menempuh pendidikan di Poltekkes Kemenkes Semarang, Maria mengaku perjalanan tersebut penuh dengan tantangan. Salah satu momen paling berkesan baginya adalah ketika ia berhasil meraih beasiswa akademik dan memenangkan berbagai perlombaan di tingkat kabupaten hingga nasional. “Tidak mudah untuk mendapatkan beasiswa dan memenangkan perlombaan. Saya harus bersaing dengan banyak peserta lain dari berbagai daerah, tetapi saya berhasil meraih juara satu dan dapat membanggakan kebidanan kabupaten Blora,” jelas Maria dengan bangga.

Prestasi yang diraihnya tidak hanya membawa kebanggaan pribadi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi akreditasi Program Studi Kebidanan di Kabupaten Blora. “Saya sangat bersyukur karena apa yang saya capai bisa memberikan kontribusi yang baik untuk program studi kami. Ini adalah bukti bahwa pendidikan kebidanan di Blora memiliki kualitas yang dapat bersaing secara nasional,” tambahnya.

Harapan Bagi Masa Depan Kebidanan di Blora

Acara penglepasan dan sumpah profesi bidan tahun ini tidak hanya menjadi perayaan bagi para lulusan, tetapi juga menjadi momentum penting bagi perkembangan dunia kebidanan di Kabupaten Blora. Dengan adanya lulusan yang kompeten dan siap bersaing, diharapkan pelayanan kesehatan khususnya di bidang kebidanan dapat semakin meningkat. Para lulusan diharapkan tidak hanya bekerja di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di kancah internasional.

Acara yang berlangsung dengan penuh hikmat ini menandai langkah awal bagi para lulusan untuk membawa semangat baru dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional di tengah masyarakat.

(Ag/V)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita